Kasus Penyiksaan SMA Taruna

Suwito: Anak Saya Sempat Menangis Saat Diantar, Korban Kritis MOS SMA Taruna Indonesia Palembang

Suwito, orangtua Wiko (16) mengaku sempat mendapatkan firasat atas kejadian yang menimpa anaknya saat mengikuti kegiatan MOS di SMA Taruna Indonesia.

Suwito: Anak Saya Sempat Menangis Saat Diantar, Korban Kritis MOS SMA Taruna Indonesia Palembang
SRI HIDAYATUN/TRIBUNSUMSEL.COM
Wiko masih kritis usai operasi diduga akibat penyiksaan selama MOS SMA Taruna Indonesia Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Suwito, orangtua Wiko (16) mengaku sempat mendapatkan firasat atas kejadian yang menimpa anaknya saat mengikuti kegiatan MOS di SMA Taruna Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wiko kini kritis setelah menjalani operasi diduga akibat penyiksaan yang diterimanya saat mengikuti MOS SMA Taruna Indonesia Palembang.

Sementara itu, Delwyn siswa lainnya meninggal dunia.

Saat ini sang anak keadaanya kritis tak sadarkan diri dan dirawat di RS Karya Asih Charitas.

"Saya sempat ada firasat, saat mengantar anak saya masuk asrama pada Sabtu tanggal 6 lalu ia menangis saat ditinggal," ujarnya kepada Tribunsumsel.com, Senin (15/7/2019).

Saat menangis, hati Suwito pun langsung tersentuh dan tak menyangka kalau sang anak akan mengalami hal seperti ini.

"Dak biasonyo dio tu nangis cak itu tapi pas kami tinggalke nangis. Apalagi pas kami nak balek lah didepan pintu gerbang dio makin nangis," jelas dia.

Saat mengantarkan anaknya ke sekolah, ia membawa berbagai keperluan seperti baju, alat-alat sekolah dan lain sebagainya.

"Kami benar-benar tidak menyangka mba, anak saya sampai seperti ini. Keadaanya sekarang sangat kritis sudah dipasang alat-alat didadanya," ungkapnya.

Bekas operasi pun cukup besar jahitannya lebih dari 10 sentimeter. "Kami berharap sekarang semoga anaknya cepat sembuh dari masa kritisnya," jelas dia.

Halaman
123
Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved