PLN Serahkan 100 Terpal Pakaian dan Paket Kebutuhan Sekolah, Bantu Korban Kebakaran Kertapati

PT PLN (Persero) serahkan berbagai bantuan untuk meringankan beban korban kebakaran di Lorong Santai Sungki, Ogan Baru, Kertapati

PLN Serahkan 100 Terpal Pakaian dan Paket Kebutuhan Sekolah, Bantu Korban Kebakaran Kertapati
IRKANDI/TRIBUNSUMSEL.COM
PT PLN (Persero) serahkan berbagai bantuan untuk meringankan beban korban kebakaran di Lorong Santai Sungki, Ogan Baru, Kertapati Palembang, Senin (15/7/2019) siang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - PT PLN (Persero) serahkan berbagai bantuan untuk meringankan beban korban kebakaran di Lorong Santai Sungki, Ogan Baru, Kertapati Palembang, Senin (15/7/2019) siang.

"Kasihan sama anak-anak di sini, mereka mau masuk tahun ajaran tetapi baju, buku, semua sudah terbakar," ucap Fery sebagai Senior Manager SDM dan Umum, didampingi Bakri, selaku Manager Komunikasi.

Dari hasil pantauan di lokasi, tersisa puing-puing kebakaran dan terdapat juga tenda yang didirikan di tengah rumah yang telah hangus terbakar.

"Banyak sekali di sini rumah yang hancur dan masih ditempati warga, karena itu kami hadir untuk memberikan bantuan berupa 100 terpal, pakaian layak pakai, dan 81 paket kebutuhan anak sekolah," terangnya.

Menurutnya, bantuan yang diberikan merupakan hasil sumbangsih rasa kepedulian dari seluruh karyawan dan karyawati PT.PLN

"Termasuk juga dari CSR, yayasan baitul mal, kemudian dari PLN Peduli dan Pusat, jadi kita berkolaborasi untuk meringankan beban masyarakat yang terkena musibah ini," ungkapnya.

Selain itu, PT PLN (Persero) juga mendirikan posko kesehatan guna mengantipasi warga dari serangan penyakit paska kebakaran

"Sudah ada Tim Medis, mereka dengan rutin memeriksa kondisi kesehatan warga, kalau ada yang terkena batuk pilek sudah ada obatnya, semoga kondisi masyarakat dapat terus terjaga," ucapnya.

Terlihat juga, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, berbaris rapi dengan tertib sembari menunggu panggilan petugas kesehatan untuk berobat.

Sementara itu, ia berharap agar pemerintah dapat segera memberikan bantuan berupa bangunan supaya masyarakat yang menjadi korban bencana kebakaran dapat menempati rumahnya kembali.

"Mudah-mudahan dengan apa yang kita berikan ini bisa meringankan sedikit beban masyarakat disini dan pemerintah bisa membangun kembali area kebakaran ini, agar masyarakat bisa beraktivias lagi seperti semula," tegasnya.

Diketahui sebelumnya, peristiwa kebakaran yang terjadi pada pada Rabu (10/7/2019) lalu, diduga karena korsleting arus listrik.

Akibatnya, menghanguskan 113 rumah warga, dari 137 KK (Kepala Keluarga), yang terdiri atas 4 RT (Rukun Tetangga) 551 Jiwa, kini harus kehilangan tempat tinggal.

Penulis: Irkandi Gandi Pratama
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved