Pemkab Muaraenim Terima Penghargaan Pastika Parama Tingkat Nasional

Dalam Puncak Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2019, Pemerintah Kabupaten Muara Enim berhasil meraih penghargaan PASTIKA

Pemkab Muaraenim Terima Penghargaan Pastika Parama Tingkat Nasional
ISTIMEWA
Muaraenim menerima penghargaan Pastika Parama Tingkat Nasional. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM - Dalam Puncak Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2019, Pemerintah Kabupaten Muara Enim berhasil meraih penghargaan PASTIKA PARAMA Tingkat Nasional.

Kabupaten Muara Enim adalah satu-satunya Kabupaten di Sumatera Selatan yang berhasil menyabet Penghargaan Pastika Parama, bersama 34 Kabupaten/Kota lainnya diseluruh Indonesia.

Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Nila Moeloek, Sp. M(K) menyerahkan penghargaan tersebut kepada Bupati Muara Enim yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Dr Ir H Abdul Nadjib MM di Aula Siwabessi Gedung Prof Sujudi Kementerian Kesehatan di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Turut serta mendampingi dalam menerima penghargaan tersebut adalah Kepala Dinas PPKB, Dr Yan Riyadi Mars, dan Supri Ahmadi dan staf Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim.

Penghargaan itu diberikan kepada Pemkab Muara Enim karena telah berhasil menetapkan dan mengimplementasikan peraturan daerah tentang kawasan tanpa asap rokok dan kebijakan pengendalian konsumsi tembakau untuk membiasakan hidup sehat bagi masyarakat di Tempat Umum, Tempat kerja, Sekolah, sarana olah raga, tempat bermain anak, Angkutan Umum, fasilitas pelayanan kesehatan, dll.

Peringatan HTTS 2019 kali ini, Kemenkes RI Mengangkat tema “Rokok dan Kesehatan Paru”, yang bertujuan untuk menyampaikan pesan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, akan bahaya mengkonsumsi rokok bagi kesehatan. Acara diisi dengan Talk Show dan Telekonferens dengan Kabupaten Bogor, Kabupaten Klungkung, dan Universitas Muhamadiyah Jogjakarta.

Dalam sambutannya, Menkes memberikan apresiasi tinggi bagi daerah yang mengimplementasikan KTR dengan baik. Menkes mengharapkan agar semua lapisan masyarakat bersama-sama berkomitmen untuk melindungi generasi muda Indonesia dari paparan bahaya asap rokok dan menghindarkan mereka dari perilaku/kebiasaan yang salah sehingga mengancam kesehatan mereka.

"Seperti kita ketahui, anak selalu mengamati dan meniru perilaku orang tua, keluarga, bahkan lingkungan sekitarnya. Ia melihat, mendengar dan ia belajar. Karena itu, kita harus menjadi contoh, panutan atau role model bagi anak-anak dan remaja untuk berperilaku hidup sehat," ujarnya.

Dalam talk show berkembang diskusi agar daerah melarang iklan dan sponsor rokok di wilayahnya, mensyaratkan penerima PKH tidak merokok, demikian pula peserta BPJS.- (ans)

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved