Gubernur Herman Deru Minta Orangtua Jangan Malu Punya Anak Disibalitas

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengelar acara dialog "Mama Yo"

Gubernur Herman Deru Minta Orangtua Jangan Malu Punya Anak Disibalitas
SRI HIDAYATUN/TRIBUNSUMSEL.COM
Acara Mama Yo. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG - Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengelar acara dialog "Mama Yo" alias Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana Yembise dengan Anak Penyandang Disabilitas yang berlangsung di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Jumat (12/7/2019).

Acara ini dikemas sangat menarik, puluhan anak-anak disabilitas kota Palembang menunjukkan bakatnya dalam sebuah pementasan drama musikal atau operate.

Anak-anak ini menampilkan berbagai kemampuannya mulai dari bidang seni tari, musik, puisi, nyanyi dan lain sebagainya.

Dalam drama musikal ini Gubernur Sumsel, Herman Deru juga ikut terlibat. Makna dari drama musikal ini sangat bergitu dalam.

Melalui drama ini disampaikan kalau semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak termasuk anak-anak disabilitas ini.

Gubernur Sumsel, Herman Deru sangat mengapresiasi dan memuji penampilan yang ditampilkan oleh para anak-anak diaabilitas ini.

"Saya sangat bangga dengan penampilan anak-anak disabilitas ini. Ternyata mereka memiliki kemampuan yang sama dengan anak-anak normal lainnya terutama dalam intelektualnya, kemampuan dalam berekpresi," ungkap dia.

Karena itu, ia meminta kepada Dinas terkait untuk lebih banyak memberikan ruang kepada para disabilitas agar memiliki tempat yang sama dengan orang normal lainnya.

"Ini kan belum muncul semua. Kita lihat masih banyak orangtua yang menyembunyikan anak-anaknya yang disabilitas ini karena malu," jelas dia.

Deru mengatakan orang tua jangan malu dengan memiliki anak disabilitas. "Kita akan dorong juga kabupaten/kota terutama untuk menginventarisir terutama di desa-desa ini agar orang tua jangan menyembunyikan anak-anaknya ini. Tak ada kata terlambat walaupun dia sudah dia dewasa," ungkapnya.

Dalam hal ini, pemerintah juga akan memberikan fasilitas agar mereka mendapatkan hak yang sama. Seperti contohnya ruang publik harus dilengkapi untuk orang-orang disabilitas.

"Kita akan minta pemerintah kabupaten/kota setempat untuk membuat ruang publik yang ramah untuk kaum disabilitas. Seperti trotoar dilengkapi dengan linenya disabilitas,toilet dan lain sebagainya," ungkap dia.

Deru juga mengaku saat ia dilantik, ia pun langsung membuat tangga khusus untuk penyandang disabilitas karena di Griya Agung selama ini tidak ada.

"Inilah konsen kita kepada kaum disabilitas , kita ingin mereka ini dapat merasakan hak yang sama dengan anak-anak normal lainnya," jelasnya.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved