Berita Palembang

Pempek Kena Pajak, Cek Ima Pedagang Pempek 26 Ilir Bakal Menaikan Harga Jual

Beberapa pedagang pempek-pempek di 26 Ilir mengeluhkan adanya pajak yang ditetapkan Pemerintah Kota Palembang.

Pempek Kena Pajak, Cek Ima Pedagang Pempek 26 Ilir Bakal Menaikan Harga Jual
Tribun Sumsel/ Winando Davinchi
Konsumen yang menikmati pempek di pusat penjualan pempek 26 Ilir Palembang, Kamis (11/7/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pemberlakuan pajak rumah makan dirasakan pedagang pempek sangat memberatkan.

Beberapa pedagang pempek-pempek di 26 Ilir mengeluhkan adanya pajak yang ditetapkan Pemerintah Kota Palembang.

Pasar 26 Ilir merupakan pusat kuliner khas Palembang, mulai dari kerupuk, kemplang dan terutama pempek.

Banyak pedagang yang berjejer menggelar dagangannya di toko tersebut.

Cek Ima yang merupakan pemilik toko di pasar 26 Ilir mengatakan, belum ada pemberitahuan sosialisasi secara pasti dari Pemkot Palembang.

Gojek Pastikan Rasa Aman Bahkan Sebelum Duduk di Bangku Penumpang

"Sejauh ini belum ada konfirmasi yang saya dapatkan terkait adanya pajak," ucap Ima Kamis, (11/7/2019).

Menurutnya pula dengan dikenakan pajak memberatkan pengusaha karena omzet yang di dapatkan bakal menjadi lebih sedikit.

"Buat beli bahan bakunya saja sudah mahal contohnya ikan gabus sekilo RP. 60 ribu, belum untuk bahan lainnya,"

"Belum lagi sewa bangunan setiap bulannya, menggaji 5 karyawan, listrik dan lainnya, yang ada makin kecil omzet yang didapat," ujarnya.

Bantuan Terus Berdatangan untuk Korban Kebakaran Kertapati, Dibangun 3 Posko

Cara untuk menekan pendapatan para pedagang agar tidak merugi kemungkinan akan di naikkan harga jual empek-empek tersebut.

"Jika nanti sudah ada pajak, kami semua pedagang akan membicarakan untuk menaikan harga jual, Kemungkinan dari yang semula Rp. 1.000 rupiah jadi Rp.1.500 perbuahnya, kalau pedagang kompak," jelasnya.

Meski menaikkan harga jual akan mengurangi pembeli, tetapi kualitas tetap dijaga.

Paket Nelpon Jemaah Haji di Arab Saudi, IM3 Ooredoo Sediakan Roam Unlimited 45 Hari Rp 275 Ribu

"Dari pada mengganti bahan baku empek-empek, saya lebih memilih menaikkan harga jual," tuturnya.

Pemkot Palembang mengeluarkan kebijakan menerapkan pajak 10% pada kuliner pempek yang dijual kepada warung makan, restoran, hotel dan tempat hiburan dengan omzet transaksi lebih dari Rp3 juta per bulannya.

Tidak Semua Rumah Makan di Palembang Kena Pajak, Hanya Omzet Melebihi Rp 100 Ribu per Hari

Penulis: Winando Davinchi
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved