Kabupaten PALI Kembangkan Biji Karet Bisa Dimakan, Ini Tekniknya

Menyikapi harga getah karet tak kunjung meningkat, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Daerah Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) ba

Kabupaten PALI Kembangkan Biji Karet Bisa Dimakan, Ini Tekniknya
RAIGAN/SRIWIJAYAPOST
Kepala Balitbang Kabupaten PALI, Abu Hanifah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Menyikapi harga getah karet tak kunjung meningkat, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Daerah Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) bakal melakukan penelitian terhadap biji karet, sehingga diharapkan bisa menambah penghasilan para petani karet, Rabu (10/7/2019).

Menurut Kepala Balitbang Kabupaten PALI, Abu Hanifah, Bumi Serapat Serasan memliki sumber daya alam melimpah, namun belum tersentuh penelitian untuk dikembangkan.

Dari itu, pihaknya bakal melakukan penelitian terhadap biji karet dan ilalang di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Lantaran, selama ini biji karet hanya dibuang masyaeakat dan berserakan tidak ada arti.

"Kita melakukan penelitian yang kemungkinan besar biji karet bisa aman untuk dikonsumsi," ungkap Abu Hanifah, Rabu.

Menurut dia, ketertarikannya melakukan penelitian terhadap biji karet untuk dijadikan bahan pangan, lantaran dirinya saat remaja pernah mengkonsumsi biji karet.

Namun begitu, kata dia, untuk dikonsumsi harus terlebih dahulu melalui proses pengeringan atau di salai.

"Rasanya seperti kacang dan tidak ada orang mabuk bahkan mati setelah makan biji karet yang telah di salai. Atas dasar itu kami bakal lakukan penelitian. Jika dinyatakan aman dikonsumsi, makan bisa menghasilkan pendapatan tambahan bagi petani karet untuk dikembangkan," jelasnya.

Selain biji karet, lanjut Abu Hanafiah, tanaman ilalang juga bakal diteliti, lantaran dari informasi yang didapat bahwa akar ilalang bisa dijadikan obat-obatan herbal.

"Nah, daripada jadi sampah bahkan diracun karena dianggap gulma, lebih baik ilalang kita kembangkan, tetapi sebelumnya bakal diteliti dahulu," ujarnya.(cr2)

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved