Berita Lubuklinggau

Bulan Depan Dimulai Perbaikan 178 Rumah Tidak Layak Huni di Lubuklinggau

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Tahun 2019 ini Pemerintah Kota Lubuklinggau mendapat bantuan perbaikan 178 rumah tidak layak huni (Rutilahu)

Bulan Depan Dimulai Perbaikan 178 Rumah Tidak Layak Huni di Lubuklinggau
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Lubuklinggau, Emra Endi saat dibincangi Tribunsumsel. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Tahun 2019 ini Pemerintah Kota Lubuklinggau mendapat bantuan perbaikan 178 rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Lubuklinggau, Emra Endi mengatakan pengerjaaan 178 unit Rutilahu tersebut akan mulai dalam waktu dekat.

"Akhir bulan ini bila tidak ada halangan 178 orang penerima bantuan Rutilahu ini akan kita undang untuk sosialisasi," ungkap Emra saat dibincangi Tribunsumsel.com, Selasa (9/7/2010).

Emra menuturkan setelah selesai proses sosialisasi akan dilanjutkan dengan pengerjaan yang diperkirakan pada bulan depan.

Mereka yang mendapat program Rutilahu tahun ini difokuskan untuk wilayah Kelurahan Linggau Ulu dan Jawa Kanan SS.

Kisah Pemungut Sampah di Lahat Berangkat Haji Tahun Ini, Tak Menyangka Doanya Terkabul

"Sebenarnya hampir semua kecamatan dapat. Tapi paling banyak untuk wilayah kumuh, karena memang fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau mengentaskan wilayah kawasan kumuh," ujarnya.

Menurutnya jumlah penerima Rutilahu tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu.

Tahun lalu Pemkot Lubuklinggau mendapat jatah 432 unit yang tersebar di delapan kecamatan.

"Karena tahun ini pembangunan difokuskan untuk wilayah timur terutama daerah Poso, itulah sebabnya tahun ini kita mendapat pengurangan jumlah penerima Rutilahu," tambahnya.

Posisi Belum Aman, Kas Hartadi Tancap Gas Persiapan Sriwijaya FC Vs Persita Tanggerang

Emra juga menjelaskan, jumlah anggaran untuk satu rumah tahun ini mengalami kenaikan bila dibanding tahun sebelumnya.

Sebelumnya anggaran untuk satu rumah hanya Rp 15 juta, kini meningkat menjadi Rp 17,5 juta.

"Setelah sosialisasi ini langsung pengerjaan, masing-masing penerima bantuan akan langsung menunjuk toko, setelah 50 persen pengerjaan baru akan dibayarkan ke toko tersebut," ungkapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved