Kepemilikan Akta Kematian Masih Minim, Disdukcapil Provinsi Sumsel Bakal Jemput Bola

Masih minimnya kesadaran masyarakat mengurus akta kematian di Sumatera Selatan

Kepemilikan Akta Kematian Masih Minim, Disdukcapil Provinsi Sumsel Bakal Jemput Bola
SRI HIDAYATUN/TRIBUNSUMSEL.COM
Rapat Disdukcapil Provinsi Sumsel soal akta kematian. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Masih minimnya kesadaran masyarakat mengurus akta kematian membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sumsel menggelar rapat koordinasi di Aula Kantor Disdikcapil Provinsi Sumsel, Senin (8/7/2019) selama dua hari.

"Secara persentase memang saat ini di Provinsi Sumsel masih sangat jauh untuk kepemilikan akta kematian padahal ini sangat penting," ujarnya Kepala Disdukcapil Provinsi Sumsel, H. Herfiansyah Djarab, SE. MM.

Ia mengatakan kurangnya kesadaran masyarakat membuat kepemilikan akta ini masih sedikit.

Padahal manfaat dari akta kematian ini sangat banyak.

"Seperti masalah kepengurusan ahli waris, asuransi dan bagi PNS juga ini sangat penting," ujarnya.

Karena itu, rapat ini sangat penting untuk bersama-sama melakukan upaya untuk meningkatkan dokumen kematian.

"Dari pusat kita ditargetkan 50 persen ditahun 2019 ini untuk kepemilikan akta kelahiran. Sedangkan posisi kita sekarang saja masig dibawah 50 persen," ungkap dia.

Tambah Hefriansyah, salah satu upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan yakni membuat selebaran atau pengumuman tentang pentinganya kepemilikan akta kelahiran.

"Kita juga akan kerjasama dengan rumah sakit, pihak pemakaman agar sosialisasi pentingnya kepemilikan akta kematian ini pentingnya," jelasnya.

Banyak dampaknya jika tidak melaporkan keluarga yang meninggal. Diantaranya status di kartu keluarga (KK) yang meninggal masih ada alias hidup.

Halaman
12
Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved