Fakta Sidang KPU Palembang: Bawaslu Tidak Tahu Adanya Kekurangan Surat Suara

Dalam sidang lanjutan 5 komisioner KPU Palembang yang menjadi terdakwa pada dugaan pelanggaran pemilu,

Fakta Sidang KPU Palembang: Bawaslu Tidak Tahu Adanya Kekurangan Surat Suara
SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
Komisioner Bawaslu Palembang dan panwascam Ilir timur 2 memberikan kesaksian pada sidang dugaan pelanggaran pemilu oleh 5 komisioner KPU Palembang di pengadilan negeri kelas 1 A kota Palembang, Senin (8/7/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dalam sidang lanjutan 5 komisioner KPU Palembang yang menjadi terdakwa pada dugaan pelanggaran pemilu, terungkap bahwa Badan pengawasan pemilu (Bawaslu) kota Palembang tidak mengetahui adanya kekurangan surat suara Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebelum penyelenggaraan pemilu pada 17 April lalu digelar.

Komisioner divisi pengawasan hubungan antar lembaga dan Humas, Dadang Apriyanto mengungkapkan bahwa ketidaktahuan itu didukung dengan adanya pemusnahan surat suara oleh KPU Palembang pada tanggal 16 April malam.

"KPU Palembang meyakini bahwa surat suara untuk DPT sudah cukup. Buktinya tanggal 16 April, KPU mengundang Bawaslu untuk menyaksikan pemusnahan surat suara. Saya yang hadir di undangan itu, Pemusanahannya dengan cara dibakar,"ujar Dadang pada sidang yang digelar di pengadilan negeri kelas 1 A kota Palembang, Senin (8/7/2019).

Diminta Ishak Mekki Maju Pilkada OKU Selatan, Ini Jawaban Zainuddin Anggota DPRD Sumsel Ini

Dadang merincikan, total DPT Kota Palembang berjumlah 1.126.087. Berdasarkan undang-undang yang berlaku, nilai tersebut harus ditambah 2 persen dari jumlah DPT sehingga totalnya menjadi 1.148.609.

Dari jumlah tersebut masih ditambah 1000 lembar surat suara untuk cadangan pemungutan suara ulang (PSU).

"Jumlah itu dikali 5 karena ada 5 jenis pemilihan. Jadi totalnya sekitar 5 juta lebih surat suara. Sedangkan untuk proses pengepakan memang bukan dilakukan oleh KPU, melainkan oleh pihak lain. Tapi tetap kita lakukan pengawasan,"ucapnya.

Dadang juga mengungkapkan, sesuai dengan Berita Acara serah terima Logistik Pemilu Tahun 2019, tanggal 2 Maret 2019 antara pihak percetakan selaku Pihak pertama telah menyerahkan sebanyak 1.148.609 lembar surat suara Presiden dan Wakil Presiden kepada KPU Kota Palembang.

"Ini artinya sudah cukup, itu kenapa kita heran kenapa bisa kekurangan surat suara. Pemusnahan juga dilakukan, harusnya itu dilakukan karena surat suara sudah cukup,"katanya.

Diketahui, Komisioner KPU Kota Palembang telah melakukan pemusnahan Sisa Surat Suara dan Surat Suara Rusak sesuai dengan Berita Acara Pemusnahan Sisa Surat Suara dan Surat Suara Rusak Nomor : 111/PP.10-BA/1671/KPU-Kot/IV/2019 tanggal 16 April 2019.

Dimana, pada berita acara tersebut pokoknya menerangkan jika pihak KPU Kota Palembang telah memushkan sebanyak 16.525 lembar sisa surat Suara.

Terdiri dari 1. 094 sisa surat suara presiden dan wakil presiden, 900 lembar sisa surat suara DPR RI, 3.500 lembar surat suara DPD RI, 4316 surat suara DPRD Propinsi serta 6.715 surat suara DPRD Kota Palembang serta 2.113 surat suara rusak yang dilaksanakan di Halaman Kantor KPU Kota Palembang Jalan Mayor Santoso Nomor 02 Kamboja Palembang.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved