Pilkada Serentak Sumsel 2020

Ini 3 Syarat Apabila Ingin Diusung Gerindra di Pilkada Serentak Sumsel 2020

Partai Gerindra akan mendorong kadernya yang dianggap potensial untuk maju pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020

Ini 3 Syarat Apabila Ingin Diusung Gerindra di Pilkada Serentak Sumsel 2020
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Sekretaris DPD Gerindra Sumsel Nopran Marjani 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Partai Gerindra akan mendorong kadernya yang dianggap potensial untuk maju pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Sekretaris DPD Gerindra Sumsel Nopran Marjani mengatakan, dari 7 Kabupaten di Sumsel yang akan melaksanakan Pilkada, terdapat kader-kader potensial yang akan jadi prioritas.

"Gerindra akan memgajukan kader yang potensial, dan di daerah itu kursinya mumpuni (banyak)," kata Nopran, Minggu (7/7/2019).

Meski begitu, diungkapkan mantan wakil ketua DPRD Sumsel ini, partai Gerindra tetap memberikan kesempatan pada bakal calon di luar kader Gerindra.

Calon luar partai jadi pertimbangan apabila memiliki kans yang lebih besar menang dan sejalan dengan partai Gerindra, yang nantinya akan di survei terlebih dahulu.

Tentukan Calon di Pilkada Serentak Tahun 2020, Ini Mekanisme di PKS

"Memang saat ini, kita belum menentukan nama dan akan melihat perkembangan serta survei yang ada. Tetapi kader kita yang dapat kursi pimpinan di DPRD-nya akan kita dorong atau ajukan, tapi semuanya tetap putusan DPP," capnya.

Beberapa daerah yang jadi prioritas jika melihat hasil Pileg 2019, menurut Nopran yaitu Kabupaten OKU, OKU Timur, PALI, Mura dan Muratara.

"Jadi kita lihat di OKU Timur ada ketua DPC Gerindra Hj Juniah, ketua DPC Gerindra OKU Marjito Bachri, Kabupaten PALI ada nama anggota DPRD Sumsel Asgianto, Mura Wabupnya kader Gerindra dan pastinya akan diusung lagi," terang Nopran.

Ditambahkan Nopran yang akan duduk di kursi DPRD Kabupaten Lahat periode 2019-2024 ini, meski dibeberapa Kabupaten yang melaksanakan Pilkada serentak 2020 Gerindra meraih kursi signifikan, namun tetap saja dalam mengusung pasangan calon kepala daerah, Gerindra harus berkoalisi dengan partai lainnya.

Tak Hanya Wanita, Deretan Aktor Pria Legend ini Sukses Mainkan Peran Antagonis

"Saya rasa semua partai politik hampir sama, tidak ada yang bisa mengusung sendiri, dan harus berkoalisi," tuturnya.

Nantinya akan ada tahap penjaringan dan penyaringan yang dilakukan masing- masing DPC.

Selain, daerah yang meraih banyak kursinya, Nopran menerangkan syarat lain yang jadi perhatian Gerindra untuk mengusungnya yaitu kandidat yang diterima masyarakat serta logistik yang dirasa cukup.

"Jadi tiga syarat harus terpenuhi, kursinya mumpuni, potensial dalam arti diterima masyarakat dan mumpuni duitnya (logistik)," tandasnya.

Kawanan Begal Sadis Tembak Pelajar di Rambang Kapak Tengah Prabumulih

Mengenai apakah harus calon nomor 1 atau 2, Nopran melanjutkan jika semuanya memungkinkan, dan tergantung hasil survey yang ada.

"Di Pilkada serentak 2020 ini, kita belajar dari pengalaman Pilkada 2018 lalu. Jadi kader Gerindra akan dilihat cocok nomor 1 atau 2, semua tergantung perkembangan dilapangan," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved