Warga Palembang Lapor Polisi karena Pagar Dirobohkan Tetangga, Perkara Menghalangi Sinar Matahari

Amir Johan Syah (28) warga Jalan Inspektur Marzuki, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang mendatangi SPKT Polresta Palembang

Warga Palembang Lapor Polisi karena Pagar Dirobohkan Tetangga, Perkara Menghalangi Sinar Matahari
LUSI/TRIBUNSUMSEL.COM
Pagar dirobohkan lalu lapor polisi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Amir Johan Syah (28) warga Jalan Inspektur Marzuki, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang mendatangi SPKT Polresta Palembang Selasa (3/6/2019).

Maksud kedatangan Amir hendak melaporkan pasutri KN (50) dan EM (50) warga Jalan Demang Lebar Daun, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan IB I Palembang.

Pasutri tersebut laporkan karena diduga melakukan aksi pengerusakan pada Selasa (2/7/2019) sekitar pukul 15.30 WIB di kawasan Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan IB I Palembang.

Diketahui, sebelumnya pelapor sedang membangun pagar di dekat kos-kosan 25 pintu yang baru dibuatnya.

Lalu ia mendapat kabar bahwa pagar yang dibuat tersebut telah dirobohkan oleh kedua terlapor.

"Saya dapat kabar melalui telepon oleh Hendrik (48) katanya bangunan pagar telah dirusak pelapor," ungkapnya.

Mendapatkan kabar tersebut, Amir langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melihat kebenaran kabar tersebut.

"Lalu saya mendatangi rumah pelapor yang berada tak jauh dari lokasi, tepatnya di sebelah belakang pembangunan rumah yang saya kerjakan," katanya.

Namun terlapor justru marah-marah kepadanya dan menyalahkannya karena menutup akses matahari ke arah rumahnya.

"Katanya pagar yang saya bangun tersebut penutup pemandangan serta cahaya matahari masuk ke dalam rumahnya," katanya.

"Padahal saya bangun pagar tersebut pakai besi jarang-jarang, sehingga masih masuk sebenarnya cahaya ke tempat dia itu," ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, Amir mengalami kerugian mencapai Rp10 juta akibat pagar yang baru dibangunnya dirobohkan.

"Saya hanya ingin memberikan pelajaran, gak seharusnya asal merobohkan bangunan orang, kan kalau begini kita rugi," bebernya.

Semetara itu, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polresta Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan korban.

"Benar korban sudah membuat laporan dan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polresta Palembang," ungkapnya.

Penulis: Lusi Faradila
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved