Komisioner KPU Palembang Tersangka

Kejari Limpahkan Berkas Perkara 5 Komisioner KPU Palembang ke Pengadilan, Berjumlah 700 Halaman

Berkas perkara lima komisioner KPU Palembang yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan pidana pemilu resmi dilimpahkan ke pengadilan

Kejari Limpahkan Berkas Perkara 5 Komisioner KPU Palembang ke Pengadilan, Berjumlah 700 Halaman
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Pelimpahan berkas perkara lima komisioner KPU Palembang yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan pidana pemilu dari jaksa penuntut umum ke pengadilan negeri kelas 1 A kota Palembang, Rabu (3/6/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Berkas perkara lima komisioner KPU Palembang yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan pidana pemilu resmi dilimpahkan ke pengadilan negeri kelas 1 A kota Palembang, Rabu (3/7/2019).

Pelimpahan berkas dilakukan oleh Jaksa penuntut umum Kejari Palembang, Indah Kumala Dewi dan Ursula Dewi, sekitar pukul 14.20 WIB.

"Hari ini, sesuai dengan pasal 480 Undang-undang pemilu 2017, kami dari tim JPU melimpahkan perkara tindak pidana pemilu atas nama Eftiyani dan kawan-kawan ke pengadilan negeri kelas 1 A kota Palembang dan kemudian untuk diproses ke persidangan,"ujar JPU Ursula Dewi.

Jaksa hadir dengan membawa satu berkas perkara yang jumlahnya sekitar 700 halaman.

MXGP Palembang 2019 : 5 Juli Bisa Lihat Perlengkapan dan Motor Crosser Kelas Dunia Lebih Dekat

"Hari ini kita hanya melakukan pelimpahan berkas perkara, sedangkan barang bukti akan dibawa pada saat persidangan,"ujarnya.

Setelah pelimpahan berkas, tim JPU tinggal menunggu jadwal pelaksanaan sidang dari majelis hakim.

"Penetapan jadwal sidang, kami masih menunggu keputusan hakim. Tapi kemungkinan besar hari ini juga penetapannya,"kata dia.

Warga Palembang Lapor Polisi karena Pagar Dirobohkan Tetangga, Perkara Menghalangi Sinar Matahari

Terpisah, Panitera muda pengadilan negeri kelas 1 A kota Palembang, Marduan yang menerima pelimpahan berkas mengatakan seluruh kelengkapan sudah dipenuhi.

"Maka dari itu berkas sudah diterima dan hari ini juga ditunjuk hakimnya,"ujarnya.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved