Berita Palembang

Pajak Bumi Bangunan (PBB) Palembang Batal Naik, Lebih Bayar Dikembalikan

Ketua DPRD Kota Palembang, Darmawan mengungkapkan kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dilakukan Pemkot Palembang dibatalkan

Pajak Bumi Bangunan (PBB) Palembang Batal Naik, Lebih Bayar Dikembalikan
YANDI/SRIWIJAYA POST
Puluhan orang dari Aliansi Pemuda Peduli Palembang (AP3) meminta walikota Palembang membatalkan kebijakan menaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Jumat (17/5/2019) di Kantor walikota Palembang Jalan Mardeka Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Ketua DPRD Kota Palembang, Darmawan mengungkapkan kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dilakukan Pemkot Palembang dibatalkan.

Wajib pajak yang sudah melunasi PBB akan mendapat pengembalian lebih bayar.

Menurut dia, pada pertengahan Juli mendatang Pemkot akan menarik Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dan akan menerbitkan ulang SPPT seusai dengan nominal terbaru dari nilai PBB yang akan dikeluarkan Pemkot Palembang.

"Ombudsman datang menanyakan, mengkroscek mengenai PBB yang dilakukan oleh Pemkot Palembang. Bocorannya SPPT PBB direvisi," kata Darmawan, Senin (1/7/2019) seusai rapat bersama dengan Ombudsman Perwakilan Sumsel dan Badan Pengelolaan Pajak Daerah di Kantor DPRD Kota Palembang Jalan Gubernur H Bastari Jakabaring Palembang.

Ijazah Barbie Kumalasari Dipertanyakan, Saat Dicek ke Website Forlap DIKTI, Publik Dibuat Kaget

Namun nanti secara resmi dan teknisnya pembatalan atau revisi mengenai PBB ini akan disampaikan Pemkot Palembang yang masih menyelesaikan kajian.

"Pelaksanaannya paling lambat pertengahan Juli 2019 mendatang harus sudah direvisi nilai PBB-nya," kata dia.

Menurut Darmawan, Pemkot Palembang tidak pernah berkoordinasi mengenai kenaikan tersebut. Yang ada pihaknya koordinasi mengenai APBD yang bersumber dari PAD.

"Tidak ada koordinasi dengan kita mengenai kenaikan PBB ini," kata dia.

Darmawan mengatakan, kebijakan yang dibuat oleh Walikota Palembang itu tidak populer. Sehingga menimbulkan dinamika di lapangan.

"Kalau sudah ada yang bayar kelebihannya dikembalikan. Tapi kami kira belum ada yang bayar karena deadline pelunasan September 2019," kata dia.

Buron 3 Bulan, 2 Pria Pembobol Toko di Baturaja, OKU Ditangkap, Ini Alasan Mereka Merampok

Halaman
12
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved