Berita Muaraenim

Diduga Jadi Korban Perampokan, Tupinem 61 Tahun Ditemukan Tewas Dikamar Dengan Mulut Dibekap

Tragis nasib yang dialami oleh Tupinem Binti Kertopawiro, (61) warga Kp 6 Desa Lubuk Raman Kecamatan Rambang Niru Kabupaten

Diduga Jadi Korban Perampokan, Tupinem 61 Tahun Ditemukan Tewas Dikamar Dengan Mulut Dibekap
Tribunsumsel.com/Ika Anggraeni
Tampak petugas sedang mengevakuasi jasad Tupinem yang diduga menjadi korban perampokan 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com,Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM- Tragis nasib yang dialami oleh Tupinem Binti Kertopawiro, (61) warga Kp 6 Desa Lubuk Raman Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muaraenim ditemukan tewas didalam rumah dalam kondisi kaki dan tangan diikat dan mulut dibekap.

Berdasarkan informasi yang berhasil Tribunsumsel.com himpun di lapangan,Jumat,(28/6/2019) peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh adik korban yang bernama Tupini sekitar pukul 11.00 Wib.

Dimana saat itu Tupini yang telah lebih dulu berangkat kekebun untuk menyadap karet,pulang kerumah karena menunggu kakaknya yakni korban tak kunjung datang kekebun untuk menyadap karet.

Namun saat tiba didepan rumah,adik korban melihat pintu rumah yang ia dan kakaknya tempati tersebut sudah terbuka.

Adik korban bergegas masuk kedalam rumah namun betapa terkejutnya adik korban saat melihat rumah kondisi didalam rumah berantakan.

Ia masuk kedalam kamar, setelah masuk kedalam kamar ia melihat korban sudah meninggal dunia dengan kondisi terbaring diatas tempat tidur dengan kondisi tangan dan kaki terikat dan mulut di bekap menggunakan seutas kain.

Tupini juga mendapati sepeda motor jenis revo warna hitam milik korban yang semula ada didapur,Dompet dan Handpone sudah lenyap.

Mengetahui hal tersebut,tupini memberitahu keluarganya yang lain Didesa Tebat Agung dan melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah setempat.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Rambang Dangku,AKP Apriansyah membenarkan adanya peristiwa tersebut.

" Anggota kita sudah kelapangan dan melakukan olah TKP dan saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan kita," katanya.

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved