Berita Palembang

Guru Terima Hadiah Saat Bagi Rapor Termasuk Gratifikasi, Kadisdik Palembang Minta Ini Dihentikan

Pembagian rapor tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Palembang akan dilakukan pada 29 Juni 2019

Guru Terima Hadiah Saat Bagi Rapor Termasuk Gratifikasi, Kadisdik Palembang Minta Ini Dihentikan
Tribun Sumsel/ Melisa Wulandari
Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Ahmad Zulinto 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pembagian rapor tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Palembang akan dilakukan pada 29 Juni 2019.

Terkadang ada saja orang tua siswa disibukkan memberikan kado dan hadiah untuk guru atau wali kelas anak mereka.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto, mengingatkan bahwa kebiasaan seperti pemberian kado atau terhadap guru itu tidak dibenarkan.

"Kami dari jajaran Dinas Pendidikan Kota Palembang menegaskan praktek seperti itu dilarang."

"Terlebih lagi kalau gurunya yang minta, ini lebih-lebih lagi kami larang. Itu termasuk gratifikasi yang harus dihindari," katanya, Selasa (25/6/2019).

Jemaah Haji Embarkasi Palembang Pakai Tanda Khusus

Menurutnya, baik itu orangtua siswa ikhlas atau terpaksa memberi, kebiasaan seperti itu tetap tidak dibenarkan.

"Karena ini akan menjadi kebiasaan dan menjadi contoh kedepan. Maka harus kita setop," ujarnya.

Mungkin saja orangtua ada yang tidak suka dengan praktek ini, karena melihat yang lain memberi, membuat dirinya dengan terpaksa memberi.

"Saya tekankan kepada guru, kepala sekolah untuk tidak melakaukan hal itu. Kita setop."

"Ajarkan saja anak didik dengan baik di sekolah, berikan pembelajaran yang baik di sekolah. Ini akan lebih menanamkan agar siswa lebih percaya diri," ujarnya.

Ayam Kecap Hingga Malbi, Menu Makan Jemaah Haji Sumsel Selama Perjalanan ke Tanah Suci

Dia melanjutkan dan inipun akan mendidik anak-anak agar semakin lebih giat belajar dengan hasil prestasi mereka.

"Kalau memberikan hadiah agar supaya mendapat pujian dari guru itu sama saja menyuruh anak kita menjadi anak yang malas dan sombong, pendidikan karakter dan berakhlak mulia harus sudah ditanamkan sejak dini," tutupnya.

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved