Penjambret Pasar 16 Ilir Palembang Ini Selalu Beraksi dengan Tabrak Korbannya

Komplotan penjambretan yang kerap beraksi di Pasar 16 Ilir Palembang ditangkap tim Ladas Polsek IT 1 Palembang.

Penjambret Pasar 16 Ilir Palembang Ini Selalu Beraksi dengan Tabrak Korbannya
M ARDIANSYAH/TRIBUNSUMSEL.COM
Rekontruksi yang dilakukan bagaimana tersangka Bagong (paling kiri) dan tersangka Refi (paling kanan) ketika menjalankan aksinya, Sabtu (22/6/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Komplotan penjambretan yang kerap beraksi di Pasar 16 Ilir Palembang ditangkap tim Ladas Polsek IT 1 Palembang.

Dua dari tiga pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda.

Mulyadi alias Bagong (37) ditangkap di pasar 16 Ilir Palembang ketika akan mencari mangsanya. Sedangkan, Refi Pahlevi (31) ditangkap di dekat rumahnya di kawasan Tangga Buntung Palembang.

Satu pelaku lagi yakni Ling, kabur mengetahui kedua temannya ditangkap polisi. Mereka ini sekali beraksi dengan cara berkelompok. Satu kelompok terdiri dari tiga sampai empat orang yang memiliki tugas masing-masing.

"Aku bagian menabrak korban dari belakang bersama Refi, sedangkan Ling yang mengambil barang korban. Bila korban tidak merasa kecopetan, barang korban langsung dibawa kabur Ling. Tetapi, kalau ketahuan, maka Ling memberikan kepada Refi," ujar Bagong saat diamankan di Polsek IT 1 Palembang, Sabtu (22/6/2019).

Dalam sehari, mereka bisa beberapa kali beraksi. Terlebih saat bulan ramadhan dan mendekati lebaran kemarin, mereka tidak berhenti untuk beraksi mencari mangsa.

Semua barang berharga masyarakat yang berbelanja di Pasar 16 Ilir Palembang, selalu menjadi sasaran mereka. Namun, mereka lebih mengincar uang atau ponsel orang yang berbelanja di pasar 16 Ilir.

"Pernah paling besar dapat uang Rp 4 juta per orang. Itu dari mencopet seharian," ujarnya.

Sedangkan menurut Rafi, bila dirinya sudah lama tergabung dalam kelompok mencopet bersama Bagong. Beberapa bulan lalu, ia baru bebas dari penjara karena kasus yang sama.

"Tugas aku, menabrak korban juga dari belakang. Kalau korban tahu dicopet, nanti Ling yang mengoperkan barang tersebut ke aku," ujarnya.

Ketika ditanya mereka akan insaf untuk kembali melakukan copet, menurut Bagong ia dulu pernah insaf mencopet tetapi kembali mencopet karena faktor ekonomi.

Kapolsek IT 1 Palembang Kompol Edi Rahmat melalui Kanit Reskrim Ipda Jhony Palapa didampingi Panit Ipda A Wahab menuturkan, kedua tersangka ini ditangkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan di pasar 16 Ilir Palembang.

"Satu pelaku copet yang sudah diketahui identitasnya berhasil kabur ketik akan kami tangkap. Kami masih mengejar pelaku," ujarnya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved