Berita PALI

Jaga Wilayah Rawan Begal, Personel Pos Terpadu di PALI Bermodalkan Senjata Ketapel

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI-Personel yang berjaga di Pos Terpadu daerah rawan kejatan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hanya dibekali ketapel

Jaga Wilayah Rawan Begal, Personel Pos Terpadu di PALI Bermodalkan Senjata Ketapel
Sripo/ Reigan
Para personil Linmas saat bertugas menjaga Pos Terpadu di titik rawan kejahatan menggunakan ketapel 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI-Personel yang berjaga di Pos Terpadu daerah rawan kejatan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hanya dibekali ketapel.

Pemerintah Kabupaten PALI telah membangun pos terpadu di tujuh (7) titik rawan tindakan kejahatan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat ketika beraktivitas.

Personel berjaga di pos terpadu ini dari Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas).

BREAKING NEWS, Pelaku Pembunuhan Kelpinda di Musirawas Diduga Temannya Sendiri, Berusia 14 Tahun

Pawaka, seorang anggota Linmas yang berjaga di Pos Keamanan Terpadu Simpang Tiga Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi mengatakan, risiko yang dihadapi para petugas penjaga pos terpadu ini sangatlah besar.

Pawaka bersama personel lainnya menjaga wilayah yang dianggap sebagai titik rawan kejahatan, seperti aksi pembegalan dan perampokan.

Terlebih, saat berjaga dirinya pernah menerima teror dari oknum yang diduga pelaku begal, lantaran merasa tidak nyaman dengan keberadaan petugas pos jaga.

Tiap Jemaah Haji Sumsel Dapat Uang Saku Rp 1 Juta dari Pemprov Sumsel

"Kami minta disediakan peralatan keamanan pelindung diri, seperti rompi anti peluru, sangkur, borgol serta lampu senter. Senjata kami hanya ketapel," jelas Pawaka, Kamis (20/6/2019).

Sementara Juniadi, anggota Linmas lainnya menuturkan, bahwa kalau perlu, petugas penjaga keamanan di bekali senjata api.

Hal ini lantaran, pernah kejadian setelah Hari Lebaran Pelaku begal menggunakan senjata api rakitan dan dirinya dan personil lainnya tidak bisa berbuat banyak ketika pelaku melintas di depan pos jaga.

"Senjata kami hanya ketapel, sementara mereka (pelaku begal-red) menyandang Senpira laras panjang. Untuk itu, kalau bisa kami juga dibekali senjata api agar bisa menghalau setiap kejadian perampokan di jalan," katanya.

Selain perlengkapan perlindungan keamanan diri, Junaidi juga berharap pemerintah memperlancar pembayaran honor penjaga pos terpadu.

Desa Bukit Sejahtera SP 3 Kabupaten Muba Jadi Lokasi TTMD ke-105 di Sumsel

"Honor itu sangat kami butuhkan untuk menyambung hidup, jadi kami berharap kedepan, honor kami jangan di rapel, karena sudah dua bulan kami belum menerima honor," jelasnya.

Terpisah, Zulkopli SH, Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja menjawab permintaan petugas penjaga pos keamanan terpadu bahwa pihaknya akan mengupayakan pengadaan peralatan pengamanan.

"Insya Allah, harap bersabar akan kita usahakan. Kalau gaji itu memang di rapel, tapi kalaw honor yang pos terpadu lancar-lancar saja. Untuk gaji sekarang lagi diajukan," jelasnya. (SP/ Reigan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved