Berita Mura

Ricuh, Satu Keluarga Tolak Pemasangan Jaringan Gas di Lubuk Rumbai Diamankan Polres Musirawas

Pemasangan jaringan gas yang dilakukan oleh PT Tropik Energi Pandan di Dusun 5 Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Tuah Negeri berlangsung ricuh

Ricuh, Satu Keluarga Tolak Pemasangan Jaringan Gas di Lubuk Rumbai Diamankan Polres Musirawas
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Pemasangan jaringan pipa gas yang dikawal Polisian, TNI, Pol PP dan Dishub di Musirawas, Rabu (19/6/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS-Pemasangan jaringan gas yang dilakukan oleh PT Tropik Energi Pandan di Dusun 5 Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas (Mura), berlangsung ricuh.

Warga yang melakukan penolakan coba melakukan perlawanan ketika alat berat perusahaan mulai melakukan penggalian jaringan pipa.

Bahkan mereka menolak dengan melintangkan satu mobil dum truk.

Kisah Cintani Putus Sekolah Karena Kanker Tulang, Sekarang Kakinya Harus Diamputasi

Polres Mura kemudian mengamankan satu keluarga yakni Saputra (40), Bit (60), Mai (50), Leha (40), Beben (30) Emi (40) yang melakukan penolakan.

Berdasarkan informasi dihimpun penolakan satu keluarga tersebut karena mereka menggangap pembangunan jaringan gas akan mengganggu usaha kios mereka.

"Sudah beberapa kali diupayakan pendekatan oleh perusahaan, namun tiga rumah yang masih satu keluarga ini tetap ingin menuntut ganti rugi," kata Kadishub Kabupaten Mura Adi Winata, Rabu (19/6/2019).

Promo Harga Tiket Murah Garuda Indonesia Palembang-Jakarta, Berlaku 3 Hari, Ini Jadwalnya

Adi menuturkan aktivitas galian pipa yang dilakukan oleh PT Tropik Energi Pandan tersebut sudah sesuai tahapan dan tidak menganggu usaha mereka.

Karena proses pembangunannya di dekat daerah median jalan (DMJ).

"Bahkan dari pelaksana ada uang tali kasih. Mereka diberikan uang Rp 200 ribu setiap ada pengerjaan, namun mereka tidak menerima dan meminta Rp 15 Juta satu rumah," terangnya.

Pihak perusahaan tidak sanggup akhirnya mereka meminta bantuan pengamanan dengan Dishub, Pol PP dan pihak kepolisian.

Sebelum penggalian juga sudah diingatkan agar mereka memindahkan barang-barang.

Olahraga Bantu Meningkatkan Kecerdasan Anak dan Cegah Stunting

"Tapi penyampaian persuasif tidak diindahkan, maka dari kemarin Selasa (18/6) perusahaan menarik diri dan dilakukan penertiban upaya paksa. Sehingga aparat Polres mengamankan satu keluarga itu," paparnya.

Kabag Ops Polres Mura Kompol Handoko mengatakan, penertiban ini merupakan permintaan PT Tropik Energi Pandan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura.

"Personil 70 orang dari pihak Polisi sedangkan 50 personil Dishub, Pol PP dan TNI. Penertiban kondusif, penertiban ini berdasarkan Perda benar tapi mereka meminta ganti rugi, sedangkan pihak perusahaan tidak mampu, bahkan sudah dilakukan mediasi, maka dilakukan penertiban," ungkapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved