Dua Pekan Kematian Karoman, Kepala dan Tangan Belum Ditemukan dan Pelaku Belum Terungkap

Dua pekan sejak kematian Karoman, polisi hingga kini terus memburu pelaku pembunuhan disertai mutilasi tersebut.

Dua Pekan Kematian Karoman, Kepala dan Tangan Belum Ditemukan dan Pelaku Belum Terungkap
AGUNG DWIPAYANA/TRIBUNSUMSEL.COM
Mardiah menunjukkan foto Karoman semasa hidup. 

TRIBUNSUMSEL.COM, OGAN ILIR - Dua pekan sejak kematian Karoman, polisi hingga kini terus memburu pelaku pembunuhan disertai mutilasi tersebut.

Kamis (6/6/2019) lalu, Karoman ditemukan tewas dengan kondisi tanpa kepala dan kedua tangan di Sungai Arisan Bopeng, Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Warga menemukan jasad Karoman terbenam di dasar sungai dengan posisi telungkup.

Setelah menemukan jasad Karoman, polisi dan warga hingga kini terus mencari potongan kepala dan kedua kaki pria 40 tahun tersebut.

Sementara, penyelidikan guna mengungkap pelaku pembunuhan sadis tersebut, terus dilakukan.

Mardiah, istri Karoman berharap pelaku segera diungkap dan dihukum seberat-beratnya.

"Saya ikhlas dengan kepergian suami saya. Saya ingin pelaku segera diungkap dan dihukum berat, kalau bisa dihukum mati," kata Mardiah saat dibincangi TribunSumsel.com di kediamannya di Desa Pinang Mas, Rabu (19/6/2019).

Ia tak habis pikir, suami yang dikenalnya santun dan tidak pernah ada masalah dengan siapapun, tewas dengan cara dimutilasi.

"Saya awalnya rasa tidak percaya, kenapa bisa ada orang bunuh suami saya dengan cara seperti itu. Saya ingin ketemu pelaku dan mengusap wajahnya. Saya mau tanya kenapa bunuh suami saya seperti itu," kata Mardiah sambil mengusap air mata.

Kesedihan Mardiah bisa dibilang berlipat.

Selain pelaku yang belum terungkap, potongan tubuh suami yang belum diketahui keberadaannya, ia juga tengah berusaha memulangkan jenazah suami yang masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Meski sempat terkendala biaya, namun Mardiah akan segera menjemput jenazah suami secepatnya.

"Katanya harus tes DNA dulu. Secepatnya akan ke Palembang jemput jenazah (suami)," kata dia.

Polisi pun hingga kini terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk temuan diduga bercak darah di jalan setapak dan di sebuah sepatu boot milik seorang warga desa setempat.

"Terkait dugaan bercak darah yang ditemukan, apakah ada hubungannya dengan kasus ini, kita masih menunggu hasil laboratorium forensik di Jakarta," kata Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Malik Fahrin Husnul Aqif beberapa waktu lalu.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved