Berita Prabumulih

Pemkot Prabumulih Terapkan Finger Print, Pegawai 46 Hari Bolos Kerja Diberhentikan

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Pemerintah Kota Prabumulih dalam waktu dekat akan menerapkan absensi finger print (sidik jari) pegawai

Pemkot Prabumulih Terapkan Finger Print, Pegawai 46 Hari Bolos Kerja Diberhentikan
Tribun Sumsel/ Edison
Walikota Prabumulih Ridho Yahya 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Pemerintah Kota Prabumulih dalam waktu dekat akan menerapkan absensi finger print (sidik jari) mulai dari pegawai di kelurahan, kecamatan hingga di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Absensi yang berbasis online itu akan langsung terhubung ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Prabumulih.

Tujuannya meningkatkan kedisiplinan serta memudahkan pengontrolan jam kerja pegawai.

"Penerapan absensi online itu akan kita terapkan mulai dari kelurahan, kecamatan hingga seluruh OPD, jadi sistem online terhubung ke BKPSDM sehingga ketahuan kedisiplinan pegawai," ungkap Walikota Prabumulih Ridho Yahya ketika diwawancarai sejumlah wartawan, Selasa (18/6/2019).

Tahun Ini 120 Rumah Tidak Layak Huni di 3 Kecamatan di Lahat Dapat Bantuan Perbaikan 

Ridho menuturkan, pemberlakuan absensi itu sendiri sesuai dengan edaran dari kementerian dan pemerintah pusat.

Beberapa instansi di lingkungan Pemkot sendiri saat ini telah menerapkan hal itu.

"Dengan absensi sistem online ini akan terlihat mana pegawai yang sering bolos tidak masuk kerja dan mana yang rajin datang bahkan di Kelurahan yang jaraknya jauh sekalipun akan ketahuan," bebernya.

Lebih lanjut orang nomor satu di kota Prabumulih ini menjelaskan, sesuai dengan aturan dari pusat, kika selama 46 hari tidak bekerja maka pegawai tersebut akan diberhentikan.

Pelanggan PDAM Prabumulih Tak Dapat Suplai Air Sejak Lebaran, Masalahnya Pompa Tua dan Rusak

"Kita akan menerapkan aturan itu juga, kalau sudah tidak masuk-masuk maka akan diberhentikan," tegasnya.

Disinggung bagaimana dengan pegawai yang datang hanya untuk absen lalu pulang dan kemudian datang lagi di sore hari untuk absensi, Walikota dua periode itu menambahkan jika pimpinan OPD harus bertanggungjawab mengontrol bawahan dan menegur serta melaporkan jika tidak bisa diatasi.

"Bila perlu kita berlakukan absen pagi, siang dan sore supaya tidak ada lagi yang hanya datang untuk absen," bebernya.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved