BERITA OKI

BPS OKI Laksanakan Podes 2019 Pada 17 Juni hingga 5 Juli

Podes 2019 dilaksanakan serentak seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten OKI.

BPS OKI Laksanakan Podes 2019 Pada 17 Juni hingga 5 Juli
Ist
Ilustrasi Podes 2019

BPS OKI Laksanakan Podes 2019 Pada 17 Juni hingga 5 Juli

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akan melaksanakan pemutakhiran data perkembangan Desa 2019 (Updating Podes 2019) pada 17 Juni hingga 5 Juli 2019 mendatang.

Kepala BPS Kabupaten OKI, melalui TU, Jaya Sempurna SE didampingi Kepala Seksi (Kasi) Statistik Sosial, Maria Ulfa SST, menjelaskan, Podes 2019 dilaksanakan serentak seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten OKI.

Podes satu-satunya sumber data BPS berbasis wilayah yang berguna sebagai dasar perencanaan pembangunan wilayah.

Diantara tujuannya adalah mengetahui potensi wilayah setingkat desa/kelurahan, bahan penyusunan berbagai analisis dan kebijakan terkait kewilayahan dan juga sebagai penghitungan indikator-indikator pembangunan/kemajuan desa/kelurahan. Seperti indeks kesulitan geografis (IKG), serta dapat digunakan untuk mengevaluasi pembangunan desa dan implementasi dana desa yang telah dikucurkan.

Adapun petugas yang dilibatkan dalam kegiatan Podes ini yakni ada sebayak 41 orang yang telah direkrut dan dilatih. Yakni petugas mitra statistik dan petugas organik BPS sendiri.

Semua petugas tersebutlah yang melakukan pemutakhiran data perkembangan desa seluruh desa/kelurahan di Kabupaten OKI yang terdiri 327 desa/kelurahan.

"41 orang petugas inilah yang pemutakhiran data perkembangan desa, dimana 1 kecamatan ada 2 orang petugas, jadi 1 petugas mendata kurang lebih 10 desa," ungkap Maria, Senin (17/6/2019).

Nantinya, kata dia, petugas mendatangi kantor desa, kades, aparat desa (kasi, kaur, tokoh masyarakat desa). Tetapi, petugas juga bisa mendatangi puskesmas, bidan ataupun petugas kesehatan dalam hal mendapatkan data. Hasil dari pendataan dengan wawancara tersebut diinput dalam Hp Android yang telah ada aplikasi khususnya.

"Walaupun dalam hal pendataan menggunakan Hp Android tetapi tidak terkendala dengan sinyal. Karena bisa dipending mencari lokasi yang ada sinyal setelah wawancara. Jadi tidak mesti selesai langsung input, asalnya datanya telah disimpan," jelasnya.

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Eko Adiasaputro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved