Prada DP Ditangkap

Kronologi Pelarian Prada Deri Usai Membunuh Vera Oktaria ke Banten, Bilang Mau Perdalam Ilmu Agama

Mayat korban Vera Oktaria ditinggalkan oleh tersangka Prada Deri Pramana, hingga akhirnya pergi menuju Padepokan Monghiang di Banten untuk merperdalam

Kronologi Pelarian Prada Deri Usai Membunuh Vera Oktaria ke Banten, Bilang Mau Perdalam Ilmu Agama
Tribunsumsel.com/M Fajri
Tersangka Prada DP Terduga Pembunuhan Vera Oktaria 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Setelah melakukan Pembunuhan sadis pada (10/5) yang lalu di sebuah penginapan Sahabat Mulya, Sungai Lilin, Muba.

Mayat korban Vera Oktaria ditinggalkan oleh tersangka Prada Deri Pramana, hingga akhirnya pergi menuju Padepokan Monghiang di Banten untuk merperdalam ilmu agama

"Dalam kondisi jiwa yang kalut, ia meninggalkan hotel itu termasuk jenazah mayat Vera pada sore hari, kemudian tanggal (8/5) pergi ke pasar untuk menuju Lampung," terang Kapendam II/Swj

Saat jumpa pers di masrkas Danpomdam II/Swj, terkait kronologi kasus pembunuhan disertai mutilasi tersebut, Kapendam II/Swj Kol Inf Djohan Darmawan yang didampingi oleh Danpomdam Kol CPM Donald Siagian dan Asintel Kasdam II/Swj Kol Inf Safta F, mengatakan selama di perjalanan menuju Lampung tersangka sempat komunikasi dengan penumpang sebelah, bahwa tersangka ingin belajar ilmu agama.

"Kemudian diarahkan ke Padepokan Monghiang di Banten, sampai di Padepokan bertemu dengan haji Syar'i," lanjutnya

Sementara itu, pemilik padepokan tersebut tidak mengetahui bahwa yang bersangkutan merupakan Oknum yang dicari Putugas Kodam II/Swj selama ini

"Mulai tanggal (10/5), dia (Deri) berada di Padepokan sampai kemarin (13/6) yang bersangkutan ditangkap petugas Kodam II/Swj," tambahnya

"Ada beberapa tim yang dituntut untuk mencari dan bekerjasama dengan keluarga Deri, termasuk juga orang tua Vera ditracking serta bibinya sehingga Denintel dan Kodam II/Swj berhasil ungkap kasus tersebut tanggal 13 juni," kata Kapendam

Setelah ditangkap tersangka tidak ada perlawanan, hingga akhirnya di bawa ke Palembang dan diseberangkan terlebih dahulu dari Banten

"Pukul 04:47 tiba di Pomdam II/Swj, yang bersangkutan menyesali perbuatannya, dalam hal ini dia sampaikan ingin menyerahkan diri tapi takut," tutup Kapendam

Usai jumpa pers, Danpomdam II/Swj, Kol CPM Donald Siagian, mengatakan berkat kerjasama bibinya tersangka ditangkap

"Jadi selama dia diperjalanan hendak menuju Lampung itu, beli Hp yang harganya sekitar Rp.150 ribu dari sanalah dia mulai kontak keluarganya, dan berkat kerjasama bibinya akhirnya tertangkap," tegasnya

Penulis: Irkandi Gandi Pratama
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved