Berita OKU Timur

Puluhan Hektare Tanaman Jagung di OKU Timur Gagal Panen, Diserang Ulat Sejak 2 Minggu Lalu

Hama ulat menyerang puluhan hektare lebih tanaman jagung di Desa Tanjung Kemalabarat Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur

Puluhan Hektare Tanaman Jagung di OKU Timur Gagal Panen, Diserang Ulat Sejak 2 Minggu Lalu
Sripo/ Evan Hendra
Hama ulat menyerang puluhan hektare lebih tanaman jagung di Desa Tanjung Kemalabarat Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA-Hama ulat menyerang puluhan hektare lebih tanaman jagung di Desa Tanjung Kemalabarat Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur.

Sedikitnya 20 Hektare (Ha) lebih tanaman jagung berusia sekitar satu bulan dipastikan gagal panen akibat serangan hama ulat yang menyerang seluruh batang jagung tersebut.

Menurut Jamil (53 tahun), petani jagung asal Desa Tanjungkemala, hampir seluruh tanaman jagung miliknya seluas 21 hektar dan milik petani lainnya diserang hama ulat sejak dua minggu terakhir.

Tanaman jagung yang diserang ulat tersebut rata-rata baru berusia satu bulan lebih.

"Seluruh tanaman jagung yang ada dipenuhi ulat mulai dari batang maupun daun. Setiap batang jagung lebih dari dua puluh ulat menyerang. Bahkan ulat yang ada sampai bertelur dan beranak di batang jagung," ujarnya.

Suara Hilang, PKS Laporkan Komisioner KPU Sumsel dan Empat Lawang ke DKPP

Jamil sudah berusaha untuk membasmi hama ulat tersebut.

Berbagai upaya dilakukan bahkan hampir seluruh obat dan racun serangga diberikan mulai dari disemprot sampai di tabur dibatang jagung namun tidak ada hasil.

"Saya sampai mengeluarkan biaya lebih dari Rp 5 juta untuk membeli obat membasmi ulat ini. Itupun belum termasuk upahnya."

"Bahkan ada yang menyarankan menyemprot obat di malam hari pun sudah dilakukan. Namun tetap saja hasilnya nihil. Justru serangan ulat semakin menggila," keluhnya.

3 Cara Mudah Mengecek Kuota Internet Telkomsel, Kode Dial, SMS, dan Aplikasi

Karena sudah tidak memiliki harapan lagi dalam membasmi hama ulat tersebut, Jamil bahkan memastikan 21 hektare tanaman Jagung miliknya mengalami gagal panen.

Padahal lanjut dia, bibit jagung yang digunakan merupakan bibit unggul terbaik.

"Begitu juga dengan pupuk yang selalu dengan rutin dilakukan. Sekarang walaupun batang jagung ini masih hidup, pasti tidak akan menghasilkan buah. Karena batangnya saja sudah kerdil dan habis digerogoti ulat," katanya pasrah.

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved