Berita Gubernur Sumsel

Gubernur Herman Deru Bahas Isu Pelantikan Pejabat di Acara Halal Bihalal Pemprov Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur Mawardi Yahya mengelar halal bihalal di halaman Rumah Dinas Gubernur Sumsel

Gubernur Herman Deru Bahas Isu Pelantikan Pejabat di Acara Halal Bihalal Pemprov Sumsel
Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur Mawardi Yahya mengelar halal bihalal di halaman Rumah Dinas Gubernur Sumsel, Kamis (13/6/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur Mawardi Yahya mengelar halal bihalal di halaman Rumah Dinas Gubernur Sumsel, Kamis (13/6/2019).

Halal bihalal diikuti para kepala organisasi perangkat daerah dan aparatur sipil negara (ASN), tenaga honorer/TKS, angota TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel.

Gubernur Sumsel dalam sambutannya mengharapkan, ajang silaturahmi dengan saling bermaafaan yang dikemas dalam acara halal bihalal haruslah diawali dengan niat yang tulus dan berasal dari lubuk hati yang paling dalam.

Sebab tidak ada manfaat saling bersalaman, cipika-cipiki jika pintu hati tidak dibuka.

Artinya jika tidak berjabat tangan, tidak masalah jika hati sudah membuka pintu maaf.

“Potensi bersalah lebih besar ada di pemimpin. Karena itu kita sebagai pemimpin apapun jabatannya akan lebih banyak salahnya jika dibanding dengan bawahan."

"Karena itu melalui momen acara halal bihalal ini, Saya atas nama gubernur, pribadi dan keluarga mengucapkan selamat hari raya dan kami haturkan mohon maaf lahir dan batin,” tegas Gubernur mengawali sambutannya.

Lebih lanjut gubernur mengajak jajaran ASN di lingkungan Pemprov Sumsel untuk pandai bersyukur telah menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebab dari sekian banyak penduduk Indonesia, yang berstatus sebagai PNS hanya ada empat juta saja.

Karena itu sebagai bentuk wujud syukur kalangan ASN di harapkan dapat mentaati aturan sebagai pegawai diantaranya mengenakan atribut ASN yang lengkap.

“Penampilan penting, kenalah atribut ASN yang lengkap. Kita harus bangga dengan atribut ASN, tidak semua orang bisa menjadi pegawai."

"Bahkan dari sekian banyak penduduk Indonesia, yang berhak mengenakan atribut ASN tidak lebih dari empat juta orang,” tambahnya.

Halaman
123
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved