Polres Prabumulih Mulai Sidik Kasus Korupsi Parkir di Prabumulih, Bakal Tetapkan Tersangka

Kasus dugaan korupsi proyek penyediaan jasa pengelolaan parkir di tepi jalan umum dalam kota Prabumulih pada Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Prabumu

Polres Prabumulih Mulai Sidik Kasus Korupsi Parkir di Prabumulih, Bakal Tetapkan Tersangka
Tribunsumsel.com/ Edison
Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kasus dugaan korupsi proyek penyediaan jasa pengelolaan parkir di tepi jalan umum dalam kota Prabumulih pada Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Prabumulih tahun anggaran 2015, ternyata diam-diam terus berlanjut ditangani unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Prabumulih.

Tidak hanya berlanjut, bahkan Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman memastikan dalam waktu dekat akan menetapkan tersangka karena kerugian negara telah didapat.

"Kita belum menetapkan tersangka namun nanti iya, tunggu saja nanti. Sekarang kerugiannya dulu, yang penting ada kerugian negaranya," ungkap Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk SIk MH didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH usai press rilis yang digelar di Mapolres Prabumulih, Rabu (12/6/2019).

Gakkumdu Panggil dan Periksa KPU Palembang, Mantan Komisioner : Hilangkan Hak Pilih Bisa Dipidana

Buronan Paling Dicari Polisi di OKU Memilih Menyerahkan Diri, Bandit Spesialis Tauke Karet

Curi Uang Celengan Tetangga, Misdi Warga OKU Terancam Kurungan 5 Tahun Penjara

Kapolres mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan ekspos Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang hasilnya telah keluar dan diketahui kerugian mencapai Rp 400 juta. "Yang penting kerugian negara sudah ada dan baru nanti siapa yang menyebabkan kerugian itu, itulah yang akan kita cari," kata Tito.

Tito menuturkan, setelah ada hasil kerugian negara itu maka nanti pihaknya akan melakukan gelar untuk naik ke status Sidik namun menunggu tim akan ke Prabumulih untuk hasil AI yang merupakan cikal bakal naik status menjadi Sidik.
"Jadi tidak ada lagi lidik-lidik, hasil sudah keluar indikasi kerugian negara berarti harus Sidik," tuturnya.

Ditanya hingga saat ini berapa banyak saksi dimintai keterangan, Kasat Reskrim menambahkan hingga sekarang sudah ada 31 orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

"Kita mintai keterangan sudah 31 orang baik pihak ketiga Koperasi mulai dari pengurus, bendahara, pelaksana lapangan, juru parkir langsung dan pihak dinas perhubungan," tegasnya.

Seperti diketahui, pada 2016 unit tindak pidana kprupsi (Tipikor) Polres Prabumulih mendapat laporan dan melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi proyek penyediaan jasa pengelolaan parkir di tepi jalan umum dalam kota Prabumulih pada satuan kerja Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Prabumulih tahun anggaran 2015.

Sejak 2017 Polres Prabumulih mengajukan penghitungan kerugian negara ke BPKP namun baru keluar hasil pada 2019. (eds)

Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved