Penuturan Lita Setelah Video 'Kau Nak Cak Mano Viral': Saya Ingin Ketemu Driver Online Itu Lagi

Video perdebatan antara Lita dan seorang pengemudi taksi online saat ini tengah viral di sosial media.

Penuturan Lita Setelah Video 'Kau Nak Cak Mano Viral': Saya Ingin Ketemu Driver Online Itu Lagi
Tribunsumsel.com/ Shinta
Lita, penumpang gocar yang viral karena dianggap tak mau bayar ongkos 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Video perdebatan antara Lita dan seorang pengemudi taksi online saat ini tengah viral di sosial media.

dari video itu kini muncul istilah baru di Kota Palembang yakni "Kau nak cak mano?" (Kau mau bagaimana?).

Kalimat itu mengacu pada kalimat yang diucap Lita saat berdebat di video itu.

Kemarin, Tribunsumsel.com mewawancarai secara khusus Lita di restoran cepat saji KFC Demang Lebar Daun.

Pada Tribunsumsel.com, Lita mengatakan dia sangat ingin kembali bertemu dengan sopir taksi online tersebut untuk menyelesaikan permasalah yang tengah menjadi perbincangan hangat masyarakat saat ini.

"Saya mau bayar uang Rp.20 ribu itu biar semuanya jelas. Kalau bisa jangan nanti-nanti, secepatnya kita selesaikan," kata Lita.

Lita mengatakan, akibat kejadian itu dia merasa sangat tidak nyaman dengan komentar negatif dari netizen.

Terkait beredarnya video yang kemudian viral tersebut, kata Lita dirinya sama sekali tidak ada niatan untuk melaporkan keberatannya ke kantor taksi online itu.

"Saya ini masalahnya sama sopir taksi online, bukan sama perusahaannya," katanya.

Kronologi Versi Lita

Dari rekaman video yang beredar, terlihat perdebatan tersebut berawal karena perempuan yang merupakan penumpang taksi online, tidak memiliki uang untuk membayar ongkos perjalanan. 
 
"Dia (sopir taksi online) ngomong, kalau nggak ada uang kenapa pesen. Padahal saya sudah ada niat untuk bayar. Tapi memang waktu itu saya nggak punya uang. Jadi mau minta dulu sama nenek untuk bayar ongkosnya,"kata Lita Febriani pada Tribunsumsel.com, Selasa (11/6/2019). 
 
Lita mengaku tidak tahu bahwa perdebatan tersebut ternyata direkam dan saat ini telah tersebar luas di sosial media. 
 
Apalagi penyebab keributan dikarenakan ongkos Rp.20 ribu. Namun Akibatnya, hujatan demi hujatan terus diterima Lita dari berbagai komentar negatif yang ditujukan padanya. 
 
"Risih dengan adanya anggapan orang yang bilang saya mau naik gocar tapi nggak mau bayar. Padahal ongkosnya cuma Rp.20 ribu, saya merasa itu pencemaran nama baik,"ucapnya. 
 
Kemudian Lita menceritakan kronologi perdebatan yang kini menjadi viral tersebut. 
 
Dia mengatakan, kejadian itu terjadi pada H+3 lebaran beberapa waktu lalu sekitar pukul 14.00 WIB. 
 
"Awalnya saya ke rumah teman yang di daerah Celentang. Terus  pas mau pulang, saya naik angkot dulu ke arah salah satu restoran yang ada disana. Biar ongkos taksi online nanti agak murah, soalnya saya sudah nggak punya uang. Sampai di dekat restoran saya pesan dari aplikasi dan dapatlah sih sopir itu yang antar,"cerita Lita. 
 
Lanjutnya, saat itu dia meminta untuk diantarkan ke rumah neneknya di seputaran Sekip untuk meminta uang. 
 
Namun saat tiba di sana, ternyata sang nenek sedang tidak ada di rumah. 
 
"Rupanya nenek dijemput tante yang kebetulan rumahnya persis disebelah rumah saya di arah PS. Itu kenapa saya sempat panik,"ujarnya. 
 
Kemudian Lita meminta agar sopir taksi online tersebut kembali mengantarnya ke arah PS. Namun, permintaan tersebut ditolak dan kemudian perdebatan diantara keduanya tak dapat dihindari. 
 
"Dia nyebar video itu karena dia nggak mau tau. Intinya ada uang Rp.20 ribu di Sekip karena orderannya ke Sekip. Saya sudah bilang, pasti dibayar asal sampak ke PS. Tapi si sopir nggak mau tau,"ujarnya.
 
"Terus saya ngomong, kalau kamu ngga mau antar ke PS, tunggulah disini. Biar saya ambil uang ke PS dulu, untuk bayar kamu. Tapi dia nggak mau tau dan ngapa-ngatain saya. Malah nyebar video itu tanpa izin,"sambungnya. 
 
Perdebatan itu berujung pada perginya sopir taksi online tanpa menerima uang ongkosnya. 
 
"Saat itu saya lagi nggak ada uang, tapi sekarang mau saya bayar ongkosnya. Biar orang itu tau, saya punya uang untuk bayar,"ujar Lita. 
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved