Berita Banyuasin

Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Retensi Perumahan komplek Azhar Banyuasin

AR ditemukan tewas tenggelam di Kolam retensi di blok J Perumahan komplek Azhar Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Senin (10/6/2019)

Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Retensi Perumahan komplek Azhar Banyuasin
Sripo/ Mat Bodok
Kapolsek Talang Kelapa Kompol Irwanto SH meminta ketwrangan kepada warga terkait tenggelamnya korban AR di kolam retensi di block J Perumahan komplek Azhar Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Senin (10/6/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN-AR, bocah 8 tahun ditemukan tewas tenggelam di Kolam retensi di blok J Perumahan komplek Azhar Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Senin (10/6/2019).

Warga Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin ini pertama kali diketahui oleh Jon (65 tahun), warga sekitar.

Jon melihat sang anak bermain tak jauh dari kolam retensi dengan cara terjun ke kolam retensi.

Jon melihat korban tak kunjung naik.

Kronologi Pria Misterius Tewas Tergantung di Pamulutan, Sempat Tidur di Teras Warga

Jon lalu mendekati kolam dan memanggil Edi untuk memastikan korban tersebut tenggelam atau tidak.

Kemudian pada saat bersamaan ada Redo (17 tahun), kakak korban juga mencari adiknya yang berkebutuhan khusus.

"Ada anak-anak mendekati kolam dan melompat ke kolam retensi," kata Jon.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk SH melalui Kapolsek Talang Kelapa Kompol Irwanto mengatakan, korban diketahui keluar rumah pukul 05.30.

AR memanjat pagar rumah. Ia diketahui sering melakukan hal tersebut.

BREAKING NEWS, Perampokan di Kebun Karet OKU Timur, Jumadi Tewas Ditembak karena Melawan

"Keluarga korban sempat melakukan pencarian di sekeliling rumah oleh kakak korban," kata Kompol Irwanto.

Korban tidak bisa diselamatkan karena sudah terbujur kaku tenggelam di dalam kolam.

Kapolsek berharap kepada orang tua agar mengingatkan dan menjaga anaknya jangan sampai bermain di kolam retensi yang sangat berbahaya, karena air genangan cukup dalam.

Sejarah Pempek Saga Sudi Mampir Palembang: Kuncinya Ada di Cuko, Dibangun Sejak Tahun 1970

"Kolam retensi untuk menampung air hujan, tentunya berbahaya bagi anak-anak seusia korban, apalagi tidak bisa berenang," tutur Kapolsek.

Peristiwa ini murni musibah tenggelam, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan selanjutnya korban di bawa ke rumah duka. "Korban murni tenggelam," jelas Kapolsek. (SP/MAT BODOK)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved