Berita Pagaralam

Banyak Pengunjung Serbu Rumah Makan Lesehan di Pagaralam, Diberlakukan Sistem Antrean

Sejumlah rumah makan lesehan di Pagaralam sejak H+2 sampai H+4 Lebaran Idul Fitri 1440 H/2019 M, dikunjungi banyak orang

Banyak Pengunjung Serbu Rumah Makan Lesehan di Pagaralam, Diberlakukan Sistem Antrean
Sripo/ Wawan Septiawan
Tampak salah satu rumah makan lesehan di Kota Pagaralam yang dipadati pengunjung pada H+4 Lebaran Idul Fitri 1440 H, Minggu (9/6/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Sejumlah rumah makan lesehan di Pagaralam sejak H+2 sampai H+4 Lebaran Idul Fitri 1440 H/2019 M, dikunjungi banyak orang.

Sejumlah rumah makan lesehan yang menjual menu Khas Pagaralam kewalahan melayani pengunjung.

Bahkan lahan parkir yang tersedia tidak cukup untuk menampung kendaraan pengunjung.

Beberapa rumah makan lesehan yang dipenuhi pengunjung, Minggu (9/6/2019) yaitu Lesehan Lembur Kuring (Karjak) dan Lesehan Mispala di jalur lintas Pagaralam-Tanjung Sakti.

Dua lesehan ini selalu dipenuhi pengunjung.

Bahkan untuk bisa makan di sana pengunjung harus antre.

Jaja (25 tahun), pegawai Lesehan Karjak mengatakan, ramainya pengunjung dilesehan mereka sudah terjadi sejak H+2 lebaran.

Semua pondokan atau lesehan yang ada selalu penuh dan bergantian ditempati pengunjung.

"Sudah sejak hari kedua lebaran kami dipadati pengunjung pak. Sampai hari ini saja masih banyak wisatawan yang datang ke Pagaralam dan mampir disini untuk makam bersama keluarganya," ujarnya.

Jumlah pengunjung yang datang hampir 1.000 persen meningkat jika dibandingkan hari-hari biasa.

Bahkan banyaknya pengunjung yang datang membuat pihak rumah makan memberlakukan sistem antri tempat.

"Pengunjung terpaksa antri jika memang masih ingin makan disini pak. Sebab tempat kita masih terbatas. Jadi jika sudah ditempati terpaksa yang lain antre," katanya.

Serli (24) salah satu pengunjung asal Jakarta mengatakan, dirinya bersama keluarga sengaja datang kerumah makan Lesehan Mispala untuk bisa menikmati makanan khas Kota Pagaralam.

"Disini ada masakan-masakan khas Pagaralam seperti ikan masak kuning, ikan pindang bening dan banyak menu khas lainnya yang tidak bisa kami temui di Jakarta."

"Jadi saat rindu kampung terpaksa harus pulang agar bisa menikmati makanan khasnya," ujarnya. (SP/ Wawan Septiawan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved