Cerita Keluarga Pasien Penghuni Rumah Singgah RSMH, Berlebaran Jauh dari Keluarga dan Kesedihan

Hal itu yang dirasakan oleh para keluarga pasien RSMH yang berada di rumah singgah yang tak jauh dari IGD

Cerita Keluarga Pasien Penghuni Rumah Singgah RSMH, Berlebaran Jauh dari Keluarga dan Kesedihan
SRI HIDAYATUN/TRIBUNSUMSEL.COM
Suasana Pasien Penghuni Rumah Singgah RSMH 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Berlebaran jauh dari keluarga memang menjadi hal yang sangat menyedihkan.

Apalagi harus melewati hari raya Idul Fitri ditengah kondisi menjaga anak sakit.

Hal itu yang dirasakan oleh para keluarga pasien RSMH yang berada di rumah singgah yang tak jauh dari IGD.

Dari pantauan Tribunsumsel.com, Kamis (6/6/2019) rumah singgah ini dalam keadaan yang cukup memprihatinkan.

Rumah singgah ini seperti aula namun tak ada pintu masuknya.

Terlihat para pasien dan keluarga tidur berbaring menggunakan alas seadanya di atas lantai yang dingin.

Sambil merawat sanak saudaranya yang sakit, para keluarga pasien ini sesekali bercengkarama satu dengan yang lainnya.

Saidah, warga asal bangka ini mengaku sudah 1 minggu berada dirumah singgah ini dan melewati lebaran disini.

"Rasanya sedih sekali tapi mau gimana lagi. Anak saya harus berobat lagi tanggal 10 jadi kami tidak bisa pulang," ujarnya.

Ia mengaku tak ada sanak saudara di Palembang dan hanya bisa menumpang di rumah singgah ini.

"Mau ngontrak cari rumah gak ada biaya yang banyak. Jadi kami ya tinggal di rumah singgah ini. Walaupun keadaannya seperti ini banyak nyamuk, gak ada pintu, jendela tapi untuk air untuk mandi, cuci alhamdulilah lancar," kata dia.

Katanya, saat lebaran ia bersama keluarga pasien disini hanya bisa saling bercerita dan saling memaafkan.

"Sedih rasamya jauh dari keluarga tapi dinikmati saja demi kesembuhan anak yang sakit tumor anus," pungkasnya.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved