Berita Palembang

Ramaja di Palembang Kocar-kacir saat Main Remi, Tiba-tiba Tetangga Keluarkan Pistol dan Menembak,

Kasus penganiayaan dialami M Fadil (17) warga Jalan Faqih Usman Lorong Amanah Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang.

Ramaja di Palembang Kocar-kacir saat Main Remi, Tiba-tiba Tetangga Keluarkan Pistol dan Menembak,
LUSI/TRIBUNSUMSEL.COM
Kasus penganiayaan diamalami M. Fadil (17) warga Jalan Faqih Usman Lorong Amanah Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kasus penganiayaan dialami M Fadil (17) warga Jalan Faqih Usman Lorong Amanah Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang.

Akibat kejaidan ini, korban mengalami luka dan bengkak pada bagian belakang kepala dan selanjutnya membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu ( SPKT ) Polresta Palembang Senin ( 3/6/2019).

Kepada petugas, korban menuturkan kejadian yang dialaminya berawal saat ia dan ketiga temannya sedang bermain kartu remi di Jalan Faqih Usan Lorong Sei Goren II pada minggu (2/6/2019) sekitar pukul 22:00 WIB.

"Saya dan teman- teman sedang kumpul, sambil nunggu sahur kami main remi itu untuk seru-seruan saja. Siapa yang kalah bakal diselentik di jidat. Kami itu memang sambil tertawa-tawa mungkin karena itu berisik," cerita korban.

5 Tips Menjaga Kesehatan Anak Saat Mudik ala Direktur RS Siloam Sriwijaya Palembang

Mulai 7 Juni LRT Sumsel Beroperasional Hingga Pukul 20.32, Ini Jadwal Lengkapnya

Heboh Cuitan Jerinx SID Twitter Terkait Meninggalnya Ani Yudhoyono Istri SBY, Publik Ramai Mengecam

Namun tiba-tiba terlapor JS (45) yang tinggal tak jauh dari lokasi korban bermain remi menegur dan menyuruh mereka berhenti bermain.

Tak lama kemudian anak terlapor keluar membubarkan korban dan teman-temannya yang sedang bermain dengan menunjukan senjata api.

"Pas anak bapak itu keluar sambil bawa pistol, meletus ke atas. Kami semua kaget dan ketakuan, lalu langsung bubar melarikan diri," katanya.

Tak lama usai meninggalkan tempat tersebut, korban bersama temannya kembali lagi untuk mengambil motor mereka yang ketinggalan.

"Sewaktu kami kembali lagi ketempat itu untuk ngambil motor tiba-tiba saya dibukul sama bapak itu pakai besi di belakang kepala atas saya," ungkapnya.

Usai dipukul, korban dan temannya langsung kabur meninggalkan sambil mengendarai motornya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalaui Kepala SPKT AKP Heri membenarkan laporan korban.

"Benar korban ditemani saksi datang ke SPKT Porlesta Palembang untuk membuat laporan terkait penganiayaan," kata Heri.

Lebih lanjut Heri mengatakan laporan telah diterima dan akan segera ditindak lanjuti Unit Reskrim Polresta Palembang.

Penulis: Lusi Faradila
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved