Cerita Pemudik Asal Jakarta, Lama Ngantri di Pelabuhan TAA dibanding Perjalanan Bakauheni-Palembang
Pelabuhan Tanjung Api - Api dipadati pemudik yang hendak menyebrang ke Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat hingga dini hari
Penulis: Yohanes Tri Nugroho | Editor: Kharisma Tri Saputra
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pelabuhan Tanjung Api - Api dipadati pemudik yang hendak menyebrang ke Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat hingga dini hari, (02/06/2019).
Para pemudik yang rata rata berasal dari pulau jawa pun mengantri di parkir pelabuhan untuk menanti kapal yang akan membawa mereka menyebrang. Jumlahnya tidak lebih dari 50 kendaraan.
"Sudah 7 jam kami menunggu disini, saya tadi sampai disini jam 8 malam. Ini sudah jam 3 pagi, tapi belum juga berangkat," ungkap Hartono pemudik asal Jakarta dibincangi Tribunsumsel.com.
Ia menyebut mengantri di pelabuhan TAA jauh lebih lama dibandingkan perjalanan dari pelabuhan Bakauheni ke Palembang.
Padahal jarak yang ditempuh mencapai ratusan kilometer.
Lanjutnya, fungsional tol Lampung - Palembang sangat membantu perjalanan pemudik karena memangkas waktu tempuh.
Sekalipun baru satu jalur yang bisa dipergunakan pemudik.
"Saya dari bakauheni - Palembang hanya 4,5 jam itu sudah termasuk istirahat untuk shalat, sementara menunggu disini (Pelabuhan) sudah 7 jam lamanya, tidak tahu kapan berangkat," jelasnya
Ia mengharapkan perbaikan yang telah terlihat di jalur darat dapat ikuti oleh jalur laut atau perairan.
Sehingga transportasi masyarakat akan semakin nyaman dan singkat.
Terlebih di Stasiun TAA saat ini hanya memiliki satu dermaga yang membuat bongkar muat kapal menjadi lamban.
Di Pelabuhan Bakauheni saja sudah ada 7 dermaga.
"Ini menjadi PR untuk pemerintah, saat jalan tol tersedia. Tapi jalur laut belum memadai membuat pengguna jalan kehilangan waktu, waktu yang dipangkas oleh jalan tol menjadi sirna," tutupnya