Sejarah di Indonesia, KPK Jebloskan Satu Keluarga Budi Suharto ke Penjara, Korupsi SPAM Lampung

Sejarah di Indonesia, KPK Jebloskan Satu Keluarga Budi Suharto ke Penjara, Korupsi SPAM Lampung

Sejarah di Indonesia, KPK Jebloskan Satu Keluarga Budi Suharto ke Penjara, Korupsi SPAM Lampung
Dok KPK
KPK Jebloskan Satu Keluarga Budi Suharto ke Penjara 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sejarah di Indonesia, KPK Jebloskan Satu Keluarga Budi Suharto ke Penjara, Korupsi SPAM Lampung

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat sejarah baru dengan menjebloskan satu keluarga ke bilik tahanan karena tersangkut korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lampung.

Satu keluarga tersebut adalah pasangan suami istri, Budi Suharto dan Lily Sundarsih, serta anaknya Irene Irma dan Yuliana Enganita Dibyo.

KPK mengeksekusi mereka ke bui, Kamis (30/5).

20 Tahun di Penjara Usai Bunuh Mirna, Kondisi Jessica Kumala Wongso Si Kopi Sianida Bikin Heran

Foto dan Video Hot Diduga Cinta Laura Bermesraan dengan Bule Pakai Handuk Tersebar, Warganet Kaget

Proyek SPAM yang melibatkan mereka adalah SPAM Lampung, SPAM Katulampa, SPAM Darurat, dan SPAM Toba.

Korupsi Proyek SPAM
Korupsi Proyek SPAM (Dokumentasi Tim KPK)

“Jaksa KPK telah melakukan eksekusi terhadap 4 orang terpidana dalam kasus suap terkait proyek sistem penyediaan air minum di sejumlah daerah,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (31/5/2019).

Budi Suharto dieksekusi ke Lapas Klas 1 Pria Tangerang, sedangkan Lily, Irene dan Yuliana dieksekusi ke Lapas Klas II B Anak Wanita Tangerang.

“Mereka akan menjalankan masa hukuman sesuai dengan putusan pengadilan tindak pidana korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap,” kata Febri.

Budi Suharto merupakan Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE), sedangkan istrinya, Lily, merupakan Direktur PT WKE.

Sementara anaknya, Irene adalah direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) bersama dengan Yuliana. Kedua perusahaan itu milik satu keluarga.

Korupsi Proyek SPAM
Korupsi Proyek SPAM (Dokumentasi Tim KPK)

Keempatnya telah divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim pengadilan tipikor Jakarta Pusat karena terbukti bersalah menyuap pejabat di Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Total uang suap yang dialirkan sebesar Rp 4,1 miliar, USD 38.000 dan SGD 23.000,

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved