Mudik 2019

Hati-hati Melintas di Jalan Palembang-Pelabuhan TAA, Terdapat 6 Lokasi Kerusakan Jalan

Jalan penghubung Palembang ke Pelabuhan Tanjung Api Api masih belum mulus di H-7 Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Hati-hati Melintas di Jalan Palembang-Pelabuhan TAA, Terdapat 6 Lokasi Kerusakan Jalan
Tribun Sumsel/ Yohanes Tri Nugroho
Jalan penghubung Palembang ke Pelabuhan Tanjung Api Api masih belum mulus di H-7 Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Jalan penghubung Palembang ke Pelabuhan Tanjung Api Api masih belum mulus di H-7 Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Di jalur sepanjang 62 Kilometer itu terdapat enam lokasi kerusakan jalan.

Mulai dari jalan berbatu koral hingga jalan berlubang.

Setiap lokasi kerusakan itu hanya sepanjang 100 meter dan berjauhan satu dengan lainnya.

Mudik Nyaman dengan Fasilitas Digital Banking Bank Sumsel Babel, Ini Kemudahannya

"Kaget juga, dari jalan mulus mendadak langsung jalan koral seperti ini, tadi juga ada titik jalan yang berlubang parah," ungkap pemudik asal Palembang, Oktavianus Simanjuntak kepada Tribunsumsel.com.

Oktavianus menyayangkan tidak adanya rambu rambu yang dipasang untuk menunjukkan adanya kerusakan jalan sehingga membuat banyak pengendara kaget saat melintasi jalan berbatu koral itu.

Diakuinya, kondisi jalan mayoritas memang telah dalam kondisi baik dan hanya ada beberapa titik yang rusak.

Puncak Arus Mudik di Pelabuhan TAA diprediksi Akhir Pekan ini

Minimnya penerangan jalan juga harus menjadi perhatian agar pengendara menjadi nyaman.

"Mayoritas sebenarnya sudah bagus tapi itu tadi ada yang masih koral bahkan berlubang dikit dikit, tidak ada rambu rambu sama sekali. Jadi bikin kaget. Saya lihat juga minim penerangan pasti gelap kalau jalan malam," tutupnya

Pantauan Tribunsumsel.com, pada sejumlah titik kerusakan jalan masih terlihat sejumlah alat berat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) yang tengah memperbaiki jalan.

Hari Ini Mulai Diberlakukan Larangan Truk Barang dan Alat Berat Melintas di Jalur Mudik

Alat berat itu meratakan batu koral dititik kerusakan, dan melakukan pengaspalan jalan.

Tidak ada kepadatan kendaraan di jalan akibat aktivitas pekerjaan itu.

Penulis: Yohanes Tri Nugroho
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved