Nyaris Pertengahan 2019, PAD Lubuklinggau Baru Terealisasi 18 Persen

Memasuki pertengahan tahun 2019 ini, terhitung sejak januari hingga saat ini, pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Lubuklinggau

Nyaris Pertengahan 2019, PAD Lubuklinggau Baru Terealisasi 18 Persen
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Lubuklinggau, Imam Senin.

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM,LUBUKLINGGAU - Memasuki pertengahan tahun 2019 ini, terhitung sejak januari hingga saat ini, pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Lubuklinggau hingga saat ini masih sangat minim.

Pencapaian PAD saat ini baru menyentuh angka 18 persen dari Rp 42 Milyar target PAD yang ditetapkan oleh Pemkot Lubuklinggau tahun 2019.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Lubuklinggau, Imam Senin mengatakan pencapaian PAD di tahun 2018 juga tidak terpacai 100 persen. Dari target yang ditetapkan Rp 38 Milyar, terealisasi 86 persen.

"Atau di angka sekitar Rp 32 milyar lebih dari target Rp 36 Miliar," kata Imam pada Tribunsumsel.com, Rabu (22/5).

Menurutnya, PAD Lubuklinggau tidak bisa disamakan dengan daerah lain yang PAD nya sudah cukup baik seperti Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang banyak ditunjang Sumber Daya Alam (SDA).

"Sementara Lubuklinggau masih ketergantungan dengan alokasi anggaran dari pusat," terangnya.

Namun, Imam mengaku, tidak pernah putus asa dalam berupaya meningkatkan PAD, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan pengajuan 250 alat perekaman omset (tafing box) yang ditempatkan di tempat tempat pelaku usaha yang ada di Lubulinggau.

"Itu ditujukan agar dapat terpantau berapa omset yang dihasilkan pelaku usaha dan langsung terhitung berapa pajak yang harus dibayarkan. Kalau pembayaran pajak pelaku usaha membaik. Maka angka pendapatan dari pajak akan meningkat," paparnya.

Hanya saja, dari 250 tapping box yang diajukan ke Bank Sumsel Babel sampai sejauh ini baru terealisasi 14 tafing box yang terpasang dan untuk sisanya pihaknya masih menunggu.

"kami akan terus berupaya sudah bisa terealisasi, Tapi kita hanya bisa menunggu pihak dan vendornya. Karena pengadaanya di Bank Sumsel Babel," ungkapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved