Pemilu 2019

Cegah Perpecahan Bangsa, Sekumpulan Anak Muda di Sumsel Gelar Deklarasi Damai Untuk Indonesia

Sejumlah anak muda yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sumatera Selatan Untuk Indonesia Damai (FMSS-Indonesia Damai),

Cegah Perpecahan Bangsa, Sekumpulan Anak Muda di Sumsel Gelar Deklarasi Damai Untuk Indonesia
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Sejumlah anak muda yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sumatera Selatan Untuk Indonesia Damai (FMSS-Indonesia Damai), Senin (20/5/2019) sore, menggelar deklarasi damai untuk Indonesia 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Sejumlah anak muda yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sumatera Selatan Untuk Indonesia Damai (FMSS-Indonesia Damai), Senin (20/5/2019) sore, menggelar deklarasi damai untuk Indonesia.

Hal ini dilakukan seiring, polarisasi politik pasca pemilihan presiden 2019, dan menjelang pengumuman pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019.

"Kecenderungan tersebut, relatif terjadi akibat dari masing-masing pasangan calon presiden (Capres), mengklaim sebagai pemenang atas konstestasi politik lima tahunan tersebut," kata Ketua panitia Mulyadi.

Deklarasi damai ini digelar di Simpang 5 DPRD Jalan Kapten A Rivai Palembang, Senin (20/5/2019).

Tribun Sumsel-Sripo Bagikan 200 Takjil di Simpang Polda Palembang

Menurut Mulyadi, tensi panas saat ini merupakan dampak pertarungan strategi kampanye kedua kubu, yang tampaknya belum berakhir semenjak Pemilihan Presiden 2014.

Ia menyatakan, sebagaimana yang disampaikan oleh pengamat politik Indonesia dari Australian National University, Marcus Meitzner, munculnya dua kubu yang beseberangan, sehingga menciptakan fanatisme akut yang membelah masyarakat menjadi dua kubu.

Pengelompokan itu kemudian mengkerucut tajam menjadi pertentangan politik identitas masyarakat.

Selain itu, para elit politik juga bukan menjadikan pesta demokrasi sebagai media, untuk proses pendewasaan berpolitik sebagaimana yang diharapkan di dalam kehidupan berdemokrasi.

Panitia Rilis Jadwal Resmi dan Syarat Pemilihan Rektor Unsri 2019, Kandidat Boleh dari Luar Unsri

“Polarisasi politik diantara dua fanatisme pendukung pasangan calon presiden, dikhawatirkan berujung pada konflik sosial dan perpecahaan anak bangsa akibat dari perbedaan pilihan politik,” tandasnya.

Untuk mencegah perpecahan anak bangsa setelah Pemilihan Umum khususnya di Provinsi Sumsel, maka pihaknya mewakili Forum Masyarakat Sumatera Selatan untuk Indonesia Damai, melakukan rekonsiliasi melalui Deklarasi Damai terutama pendukung di kalangan akar rumput.

“Kegiatan ini bernama Deklarasi Damai “Dari Sumatera Selatan untuk Indonesia Damai di Simpang 5 DPRD Jl. Kapten A. Rivai Kota Palembang,” tukasnya.

Acara dimeriahkan dengan drama treatrikal dari teater gaung, musik tradisional dan berbuka bersama anak-anak yatim.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved