Sandiaga Uno Terharu Dengar Kisah Ketua KPPS 31 Palembang yang Meninggal Dunia

Sandiaga Salahuddin Uno mendatangi rumah Selamat Riadi, ketua KPPS TPS 31 kota Palembang yang meninggal saat menjalankan tugasnya, Jumat (17/5/2019).

Sandiaga Uno Terharu Dengar Kisah Ketua KPPS 31 Palembang yang Meninggal Dunia
SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
Sandiaga Salahuddin Uno mendatangi rumah almarhum selamat Riadi ketua KPPS TPS 31 kota Palembang yang meninggal saat menjalankan tugasnya, Jumat (17/5/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sandiaga Salahuddin Uno mendatangi rumah Selamat Riadi, ketua KPPS TPS 31 kota Palembang yang meninggal saat menjalankan tugasnya, Jumat (17/5/2019).

Kedatangan Sandiaga langsung disambut hangat pihak keluarga dikediaman mereka yang bertempat di
Jalan Eka Bakti Sekip Palembang.

Di tengah pertemuan, Siti Asiyah (70) istri almarhum Selamat Riadi tampak meneteskan air matanya di hadapan Sandiaga Uno.

Dengan sesekali mengusap air mata yang jatuh membasahi pipinya, perempuan paruh baya ini lebih banyak diam dan menundukkan kepalanya.

"Kedatangan saya kesini adalah untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga bapak Selamet Riadi. Sekaligus menyampaikan salam dari bapak Prabowo," ujar Sandiaga Uno disela kunjungan.

Saat ditemui setelah kunjungan ke rumah Selamat Riadi, Sandiaga Uno mengungkapkan rasa kekagumannya pada sosok almarhum.

"Tadi baru terungkap bahwa almarhum sudah menjabat RT selama 30 tahun, dia juga merupakan tokoh masyarakat di wilayah ini sekaligus sebagai kepala masjid juga," ujarnya.

"Selama ini beliau sehat namun karena kelelahan dan ini juga dapat catatan dari Puteri beliau agar diadakan evaluasi sehingga pemilu dapat berjalan lebih baik kedepannya," sambungnya.

Saat disinggung terkait adanya wacana yang mengatakan akan melakukan pengecekan pada petugas kpps yang meninggal, Sandi mengembalikan semua itu pada pihak keluarga.

"Ini adalah musibah dan terkait pengecekan,tentunya ini kembali lagi pada keinginan keluarga masing-masing. Namun saya menggaris bawahi bahwa petugas kpps yang meninggal karena kelelahan bahkan jumlahnya mencapai 500 orang lebih. Tentu ini akan menjadi catatan bahwa pemilu kali ini paling banyak memakan korban," ujarnya.

Sandiaga juga menambahkan, bahwa masyarakat masih menunggu evaluasi dari penyelanggara pemilu kali ini yang dianggap terlalu banyak kekacauan.

"Evaluasi yang dilakukan kami masih menunggu dari IDI karena mereka sudah mengeluarkan surat edaran. Secepatnya akan dilakukan sejumlah langkah-langkah. Pertama agar tidak terjadi jatuhnya korban lagi untuk petugas yang saat ini sedang dirawat. Kedua yaitu pembinaan agar kedepannya tidak terjadi jatuh korban lagi,"ungkapnya.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved