Cari Pengganti Alex Noerdin, Ini 6 Nama Masuk Bursa Kandidat Ketua Umum KONI Sumsel

Beredar enam nama yang masuk bursa ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)

Cari Pengganti Alex Noerdin, Ini 6 Nama Masuk Bursa Kandidat Ketua Umum KONI Sumsel
IST
Ketua KONI Sumsel Alex Noerdin 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Beredar enam nama yang masuk bursa ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

KONI Sumsel mulai mempersiapkan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) dalam rangka pergantian ketua umum serta jajaran pengurus harian.

Beberapa tokoh olahraga di Bumi Sriwijaya digadang-gadang layak menjadi pengganti Alex Noerdin.

Diantaranya mantan gubernur Sumsel dan Ketua Umum KONI Sumsel H Syahrial Oesman, Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri atau pengelola Sriwijaya FC H Asfan Fikri Sanaf.

Ada juga Staf Khusus Gubernur Bidang Olahraga Irwansyah, ketua Pengprov Persatuan Angkat Besi/Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Sumsel H Hendri Zainuddin.

Serta mantan sekretaris daerah provinsi Sumsel Drs H Musyrif Suwandi, dan terakhir mantan ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Sumsel, H Much Baryadi.

Apriza Yuanda sekretaris Pengurus Provinsi Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sumsel menilai, nama-nama di atas cukup kompeten untuk menjadi ketua umum hasil musyawarah olahraga provinsi luar biasa (Musorprovlub) KONI Sumsel setelah Idul Fitri nanti.

"Harapan kami pimpinan ini yang benar-benar gila olahraga. Bukan hanya mau, kalau mau saya kira banyak yang bersedia jadi ketua umum KONI. Tapi kalau sudah mencintai mereka akan bekerja dengan hati," terang Eja ,sapaan akrabnya melalu relis yang diterima tribunsumsel.com, Kamis (15/5/2019).

Pengamat Olahraga Sumatera Selatan Kurnati Abdullah saat dihubungi mengatakan, jika untuk menjadi ketua KONI Sumsel sebaiknya tokoh yang punya akses dengan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

"Itu karena berbicara ke pengurusan KONI Sumsel, olahraga, atlet serta prestasi berkaitan dengan anggaran,"ucapnya.

KONI dalam melakukan pembinaan atlet, membutuhkan dana dari APBD Sumsel.

Untuk itulah, dibutuhkan sosok yang punya akses dengan Gubernur atau bahkan DPRD Sumsel.

Apalagi, pada tahun 2020 ada PON di Papua.

Sementara pada tahun ini, ada Porwil dan Porprov yang tentunya juga membutuhkan dana yang tidak sedikit. (Rel)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved