Mutilasi di Sungai Lilin

Update Mutilasi Vera Oktaria di Sungai Lilin: Heboh Prada DP DM ke Akun Ini, Keluarga Menjelaskan

Update Mutilasi Vera Oktaria di Sungai Lilin: Heboh Prada DP DM ke Akun Ini, Keluarga Menjelaskan

Penulis: Irkandi Gandi Pratama | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
Vera saat dimakamkan di TPU Telaga Swidak, Sabtu (11/5/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Update Mutilasi Vera Oktaria di Sungai Lilin: Heboh Prada DP DM ke Akun Ini, Keluarga Menjelaskan

Dengan adanya pesan singkat yang dikirim oleh teruga DP, kepada akun Instagram milik plg.bedebis, atas kasus pembunuhan kepada Vera oktaria, kasir Indomaret hingga di mutilasi, kini menuai komentar dari para netizen

Pesan singkat yang dirim ialah berupa pertanyaan terhadap korban yang merupakan kekasihnya

"Kapan ilanyo itu min, semalem ilangnyo, dak biso dihubungi apo segalonyo benar-benar hilang, itu sudah dikonfirmasi meninggal ya, disebakan karena mutilasi," tanya DP

Kemudian Admin akun dari plg.bedebis hanya menjawab sepatah kata

"Semalam" jawabnya

Sementara itu, dari hasil chating tersebut di Screenshot dan diposting oleh akun Instagram milik plg.bedebis dan disertakan caption, pada sabtu (11/5/2019)

"Tiba-tiba nih orang DM saya pada saat saya post kejadian, nih atas nama @deri.pramana14, foto dan profil persis sama di postingan FB tersangka. Bagaimana menurutmu.. ?," terang akun Instragram plg.bedebis

Dari hasil postingan tersebut, menuai komentar dari para netizen

"@Singgah3, Masih dlm proses penyelidikan polisi . jgn dlu seuzon jika pun dia benar pelakunya kalian yg menuduh nggk bakal dpet apa2.. yg kalian dptkan hanya dosa.. #singgah," jawab netizen

Namun dari sekian komentar, banyak yang menyatakan bahwa akun DP merupakan akun fake (palsu)

Sementara itu, saat mengkonfirmasi pihak keluarga yang terduga DP, pada sabtu (11/5) malam.

Mengatakan bahwa, tidak mungkin yang mengirim pesan tersebut ialah DP, dikarenakan Hp miliknya berada ditangan komandan ketika ia bertugas

"Tolong untuk siapapun, yang mengirim pesan itu jangan membuat suasana menjadi tambah panas, cukup sekarang semua mata tertuju pada keluarga kami, dak mungkin itu dio sedangkan Hp nyo dititip samo komandan saat tugas," tegas Sri, saudara kandung DP dengan nada yang kesal

Hasil otopsi terhadap jenazah Vera Oktaria, korban mutilasi di Sungai Lilin Muba telah terungkap. 

Wajahnya hitam karena diduga ada benturan keras.

"Diduga ia disiksa dulu, setelah meninggal jenazahnya dengan tangan sampai siku yang sudah dipotong dimasukkan dalam kasur yg disobek." ujar Kapolres MUBA, AKBP Andes Purwani SE MM

Sementara itu ia juga menyatakan Prada DP yang terkait dengan kasus mutilasi Vera Oktaria masih belum ditemukan.

Namun pihaknya berharap hari ini Prada DP sudah bisa ditemukan.

"Mudah-mudahanan hari Ini ditangkap dan hari ini akan menyerahkan LP ke Polda Sumsel," ujarnya, Minggu 12/5/2019).

Sementara itu Prada DP sudah ada dugaan tersangka karena polisi sudah mendapatkan kejelasan siapa korban melalui pemeriksaan sidik jarinya.

"Dan sudah dilakukan pemeriksaan pada saksi keluarga dan dari sini polisi mendapatkan juga sidik jari pacar Vera Oktaria, yakni Prada DP," ungkapnya.

Alamat rumah Prada DP ternyata tidak jauh dari rumah Vera Oktaria di Plaju.

Kemudian ada 6 saksi lain seperti pemilik penginapan “Sahabat” tempat ditemukan jenazah di Sungai Lilin.

Serta penjual tas atau koper yg mengkonfirmasi wajah pelaku dengan gambar yg ditunjukkan oleh polisi dari KTP elektronik dan foto lain.

"Setahu saya masih dalam pencarian bersama antara polisi dengan kesatuan tertentu dan saya belum menerima laporan apakah sudah tertangkap." jelasnya.

Kronologi

 Vera Oktaria (20) perempuan cantik kasir minimarket di Palembang ditemukan tidak bernyawa di sebuah hotel di Sungai Lilin Musi Banyuasin, sekitar 132 kilometer dari Kota Palembang.

Berikut Tribunsumsel.com sajikan fakta, kronologif berdsarkan garis waktu sejak dikabarkan hilang sampai ditemukan.

Selasa 7 Mei 2019, Tampak Gelisah

Malam itu saat sedang bekerja di Indomaret Jl Jenderal Sudirman, Vera Oktaria terlihat gelisah.

Rekan tempatnya bekerja melihat paling tidak ada puluhan kali telepon masuk ke ponselnya.

"Malam itu saya mendengar telepon korban berdering kurang lebih 10 kali, terdengar korban mengangkat telepon dan berkata 'tidak bisa, tidak bisa' namun masih saja terdengar bunyi handphone nya hingga dia pulang bekerja," ujar Dwi teman sekerja Vera Oktaria.

Pukul 23.30, Vera Oktaria pamit pulang.

Sekitar satu jam kemudian, keluarga Vera Oktaria datang ke toko dan bertanya tentang keberadaan Vera yang belum juga pulang ke rumah.

Kronologi Mutilasi Kasir Minimarket Vera Oktaria Infografis
Kronologi Mutilasi Kasir Minimarket Vera Oktaria Infografis (tribunsumsel.com/khoiril)

Selasa 8 Mei 2019, Check In Hotel

Seorang pria berinisial D check in kamar Penginapan Sahabat Mulya, Jalan PT Hindoli, Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba.

"Pemesan kamar tanpa menyertakan KTP saat menginap, menurut saksi ada dua orang laki-laki dan satu perempuan, diduga korban," kata Supriadi.

Supriadi menjelaskan, pria tersebut memesan kamar pada Rabu (8/5/2019).

Lokasi Hotel

Jumat 10 Mei 2019, Mayat Ditemukan

Petugas penginapan mencurigai kamar nomor 06 karena bau busuk.

Sehari sebelumnya petugas penginapan juga sudah curiga namun tak berbuat apa-apa. Baru keesokan harinya mereka menghubungi polisi.

Nurdin yang merasa curiga langsung mengetuk pintu kamar dan mencoba untuk membuka pintu tersebut tapi tidak ada respon dari penghuni kamar.

Karena dikira tidak terjadi apa-apa Nuridin langsung menghubungi orang tuanya untuk menanyakan keberadaan tamu tersebut yang tidak kembali setelah membawa kunci tersebut.

"Saya curiga waktu saya bersihkan lantai mencium bau busuk, nah baru besoknya (hari ini) bau busuk itu semakin kuat langsung saya hubungi Polsek Sungai Lilin."

"Setelah pihak polsek Sungai lilin datang, kamar tersebut baru di buka. Ditemukan sesosok wanita di atas ranjang dalam keadaan tanpa busana dengan kondisi tangan terpotong jenazah membengkak ditutupi dengan selimut," ujar Nurdin.

Diduga Hendak Dibakar

Lokasi ditemukannya mayat perempuan yang dimutilasi di Muba, ternyata diduga akan dibakar pelaku.

Hal ini dari hasil olah tempat kejadian, bila ditemukan barang bukti minyak tanah, obat nyamuk dan korek di dalam kamar.

"Diduga, pelaku ini mau membakar kamar dengan membuat timer menggunakan korek api, minyak tanah dan obat nyamuk," ujar Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Yustan Alviani ketika ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (10/5/2019).

Pentol korek yang ditempelkan di obat nyamuk, diduga sebagai timer. Sehingga, ketika kamar sudah ditinggal maka dengan sendirinya pentol korek akan terbakar dan menyulut api di tempat tidur.

Dari situlah, dengan timer yang dibuat dan ada minyak tanah di dalam kamar membuat kamar menjadi terbakar. Dengan terbakarnya kamar, pelaku berharap jejak mereka akan hilang.

"Tetapi ternyata, obat nyamuknya padam. Sehingga tidak sempat membakar pentol korek api yang menjadi pemicu api untuk membakar tempat tidur," ungkapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved