Breaking News:

Mutilasi di Sungai Lilin

Cari Prada DP Kekasih Vera Korban Mutilasi, Kodam Kerahkan Polisi Militer, Polda Bentuk Tim Gabungan

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengintruksikan bentuk tim gabungan memberu keberadaan DP yang merupakan pacar dari Vera Oktaria

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengintruksikan bentuk tim gabungan memberu keberadaan DP yang merupakan pacar dari Vera Oktaria.

Tim gabungan ini terdiri dari Satreskrim Polres Muba dan Ditreskrimum Polda Sumsel.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, Minggu (12/5/2019) menuturkan, memang untuk saat ini kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Vera Oktaria masih dalam penyelidikan mengungkap siapa pelakunya.

"Tim utama pastinya dari Polres Muba, Polda hanya memback up saja. Ini untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya, termasuk memburu pacar korban yang saat ini menghilang," ujarnya.

Sosok Vera Korban Mutilasi, Berpisah dari Ayahnya Sejak Usia 2 Tahun, Kerja Supaya Tidak Jadi Beban

Menurut Supriadi, Polda Sumsel juga sudah berkoordinasi dengan Kodam II Sriwijaya untuk membantu memburu pacar Vera Oktaria berinisial DP.

Kodam II Sriwijaya menerjunkan Polisi Militer untuk mengejar DP yang merupakan prajurit yang masih menempuh pendidikan Infantri di Baturaja.

Sejumlah tempat telah didatangi, akan tetapi hingga saat ini belum membuahkan hasil memburu pelaku pembunuhan terhadap Vera Oktaria.

"Kami mengimbau, kepada pelaku untuk menyerahkan diri. Termasuk pacar korban, bila memang tidak melakukan hal tersebut lebih baik muncul dan memberikan keterangan," ujarnya.

Orangtua Prada DP Minta Sang Anak Pulang, Yakin Bukan Pelaku Mutilasi Vera Oktaria di Sungai Lilin

Pendam II Sriwijaya mengungkapkan sudah mendapat informasi ada prajurit TNI dari Kodam II Sriwijaya yang tersangkut dalam kasus dugaan pembunuhan dan mutilasi terhadap Vera Oktaria di Muba.

"Masih diduga pelakunya oknum anggota TNI. Bersangkutan adalah siswa Sartaif di Rindam II/ Baturaja yang Tidak Hadir Tanpa Ijin," kata Kapendam II Sriwijaya Kolonel Inf Djohan Darmawan ketika dikonfirmasi, Sabtu (11/5/2019) kemarin.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved