Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono Geram Saat Tarawih Dengar Letupan Petasan

Polres Lubuklinggau dalam beberapa hari kedepan akan melakukan razia penjual petasan di sepanjang Jl Yos Sudarso

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono Geram Saat Tarawih Dengar Letupan Petasan
EKO HEPRONIS
Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono bersama Wakil Wali Kota Lubuklinggau, Sulaiman Kohar saat menertibkan petasan dari pedagang di Pasar Inpres Lubuklinggau, Selasa (7/5). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Polres Lubuklinggau dalam beberapa hari kedepan akan melakukan razia penjual petasan di sepanjang Jl Yos Sudarso dan sejumlah pasar tradisional di Kota Lubuklinggau.

Razia petasan sudah dimulai oleh Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono saat ikut sidak bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pasar Inpres Lubuklinggau.

Dwi begitu melihat pedagang petasan langsung menghampirinya dan meminta anggotanya untuk menyita puluhan petasan dari para pedagang di dalam pasar tersebut.

Pemkot Perjuangkan Simpang Susun Tol Pidah ke Lubuklinggau

Besok 10 Ton Bawang Putih Impor China Masuk Lubuklinggau, Harga Diprediksi Turun Jadi Rp 30 Ribu

Usai sidak Dwi mengatakan, tujuaannya meminta anggotanya untuk menyita petasan karena petasan bisa membahayakan dan mengganggu ketertiban bulan Ramadhan.

"Kami masih mendengar letupan-letupan petasan, kami menghimbau generasi muda masalah percon kami akan tindak tegas," kata Dwi pada Tribunsumsel.com.

Dwi menerangkan, saat ini sudah membentuk tim untuk segera melakukan razia. Ia menyampaikan petasan tidak memiliki izin yang mempunyai izin dijual belikan secara bebas yakni kembang api.

"Itu pun ada toleran-tolerannya, itu sudah masuk dalam intel dan sudah ada izinnya. Tetapi kalau petasan tidak ada tolelir lagi. Apalagi membunyikannya saat jam-jam ibadah dan kami akan melakukan penjagaan tempat-tempat ibadah," terang Dwi.

Dwi mengaku saat melaksanakan shalat taraweh di Masjid Agung As-Salam, Minggu (5/5) kemarin telah menerima komplain dari masyarakat yang merasa terganggu mendengar suara petasan di luar masjid.

"Lagi ibadah bunyi dar-dor-dar-dor jadi tidak ada tolerir lagi," tegasnya.

Kemudian yang kedua masalah balap liar Dwi juga mengaku sudah memerintahkan tim Rajawali dan Polsek-Polsek untuk menjaring balap liar selama bulan Ramadhan ini.

"Jadi jangan coba-coba untuk masyarakat membuat ajang balap liar di Lubuklinggau. Kalau mau balapan silahkan di sirkuit jangan di jalan raya," ujarnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved