Ramadan 2019

Mengenal Sejarah Masjid Assasunaja di Musirawas, Tempat Berkumpulnya Pejuang Kemerdekaan

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS-Kabupaten Musi Rawas (Mura) memiliki nuansa perkembangan Islam yang cukup monumental di bagian barat Sumatera Selatan

Mengenal Sejarah Masjid Assasunaja di Musirawas, Tempat Berkumpulnya Pejuang Kemerdekaan
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Masjid Assasunaja di Kelurahan Pasar Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti Musirawas 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS-Kabupaten Musi Rawas (Mura) memiliki nuansa perkembangan Islam yang cukup monumental di bagian barat Sumatera Selatan (Sumsel).

Salah satunya Masjid Assasunaja di Kelurahan Pasar Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti.

Masjid ini mempunyai peranan penting terhadap syiar agama Islam di Musirawas dan sekitarnya.

Masjid yang dibangun tahun 1937 ini, tepat berada dipinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Tambah Kaya, Selama Ramadhan Inilah 7 Artis yang Laris Manis Mengisi Acara Bulan Puasa

Awalnya dijadikan sebagai langgar untuk tempat mengaji anak-anak dan tempat para pejuang untuk berkumpul.

"Masjid ini dibangun untuk tempat mengaji anak-anak. Saat masa perjuangan dijadikan tempat istirahat dan ibadah," ujar Juanda (61) penjaga masjid tersebut pada wartawan, Senin (6/5/2019).

Ia menuturkan awalnya masjid ini terbuat dari kayu dan sudah beberapa kali direhab.

Namun ada beberapa bagian yang tetap dipertahankan sebagai ciri khas masjid lama.

"Diantaranya empat tiang tengah tidak diubah, kemudian mimbar khutbah juga tidak diubah, masih asli dari zaman masjid ini berdiri," katanya.

Lagu Religi Paling Enak Didenger Saat Puasa Ramadhan, ada Dari Gigi, Ungu, dan Opick

Masjid berukuran 50x40 meter persegi tersebut mampu menampung lebih kurang 500 jamaah.

"Biasanya orang-orang luar banyak singgah disini mulai dari palembang, Bengkulu, Jambi, terutama orang-orang tau sejarah masjid ini," kata Juanda.

Ia menambahkan setiap bulan Ramadhan banyak kegiatan keagamaan dan pengajian dilakukan di masjid ini mulai dari tadarus alquran hingga iktikaf.

"Setiap sore kita menyiapkan takjil gratis berupa makanan buka puasa dan makanan berat seperti nasi. Setiap hari kurang lebih 25 bungkus perhari," terangnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved