Pemilu 2019

Ketua PPK Muara Kelingi Dinonaktifkan, Polisi Amankan 5 Anggota PPK saat Pembukaan Kotak Suara

Rapat pleno rekapitulasi hasil pemilu Pileg dan Pilpres 2019 di KPU Kabupaten Musi Rawas (Mura) masih berlangsung, Minggu (5/5/2019)

Ketua PPK Muara Kelingi Dinonaktifkan, Polisi Amankan 5 Anggota PPK saat Pembukaan Kotak Suara
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Suasana saat kotak suara DPR RI di buka oleh KPU Kabupaten Mura, Minggu (5/5/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS-Rapat pleno rekapitulasi hasil pemilu Pileg dan Pilpres 2019 di KPU Kabupaten Musi Rawas (Mura) masih berlangsung, Minggu (5/5/2019).

Terhitung sejak Kamis (2/5/2019) lalu, dari 14 kecamatan di Kabupaten Musi Rawas, baru sembilan kecamatan yang sudah selesai.

Sementara sisanya masih menunggu giliran.

Saat tengah membahas hasil Kecamatan Muara Kelingi, rapat pleno berlangsung alot karena sejak Sabtu kemarin, selalu hujan interupsi dan membuat proses pleno kerap diskors.

Puncaknya KPU Kabupaten Mura terpaksa menonaktifkan petugas PPK Kecamatan Muara Kelingi karena tidak mengindahkan rekomendasi dari Bawaslu dan KPU agar membuka kotak suara.

Ketua HMI OKU Apresiasi Pleno KPU Berjalan Lancar, Sukses dan Transparan

Sehingga KPU Kabupaten Mura yang berkoordinasi dengan aparat kepolisian mengambil alih membuka kotak suara tersebut sekitar pukul 12.00 WIB tadi.

Sedangkan lima petugas PPK Kecamatan Muara Kelingi, diamankan oleh petugas kepolisian yang bertugas, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ketua KPU Musi Rawas, Anastatias menjelaskan, permintaan untuk membuka kotak suara tersebut atas rekomendasi perbaikan rekapitulasi hasil suara tingkat kabupaten berdasarkan laporan masyarakat yang disampaikan Ke Bawaslu.

"Laporan itu disampaikan pada tanggal 1 Mei 2019 yang selanjutnya dilakukan pencocokan. Dari penelitian terdapat perbedaan perolehan suara atas nama Fauzi H Amro calon legislatif partai Nasdem no 8," kata Anas di dalam forum pleno.

Ternyata hasil rekapitulasi hasil suara tingkat PPK tidak sama dengan formulir DA1 Kecamatan Muara Kelingi. Menurutnya terdapat selisih perolehan suara setelah dibandingkan dengan formulir DA1 dan formulir C1 milik Bawaslu Kabupaten Mura.

Gagal Nyaleg, Mulan Jameela Fokus Bernyanyi, Terkuak Kisah Istri Ahmad Dhani Dulu Hidup Susah

Oleh karena itu dalam rangka menciptakan pemilu yang umum, bebas, rahasia serta jujur dan adil, Bawaslu Mura merekomendasikan KPU Mura untuk melakukan penelitian kembali terhadap perbedaan suara pelapor Fauzi H Amro.

“Jika terdapat kekeliruan formulir DA1, hasil rekapitulasi perolehan suara Kecamatan Muara Kelingi agar dilakukan rembukan dengan cara menyadangkan hasil rekapitulasi DA1 dengan DA1 plano," paparnya.

Selanjutnya sesuai peraturan dan undang-undang, Ketua KPU mengintruksikan Ketua PPK agar kotak suara di PPK Muara Kelingi dibuka kembali untuk sekedar meminta mencocokan saja.

Kerusuhan di Kantor Bawaslu PALI, 12 Orang Ditetapkan Tersangka Termasuk Koordinator Massa

Ketua PPK Muara Kelingi, Edison mengaku enggan membuka kotak suara.

“Jangan mau diarahkan oleh saksi, kalau menyelenggara terus-menerus mengikuti keinginan saksi, sampai kapan pelaksanaan rekapitulasi selesai sebentar lagi mau puasa,” katanya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved