Berita OKI

Bank Sumsel Babel Pamerkan Produk dan Kemudahan Kredit Kepada Pengusaha Konstruksi di OKI

Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI) mengumpulkan pelaku konstruksi atau pemborong di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir

Bank Sumsel Babel Pamerkan Produk dan Kemudahan Kredit Kepada Pengusaha Konstruksi di OKI
Tribun Sumsel/ Retno Wirawijaya
Bank SumselBabel Cabang Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI) mengumpulkan pelaku kontruksi atau pemborong di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (2/5/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM,KAYUAGUNG-Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI) mengumpulkan pelaku konstruksi atau pemborong di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Para pemborong ini dikumpulkan untuk diberikan sosialisasi kredit di Hotel Dinasti, Kayuagung, Kamis (2/4/2019).

Ada beberapa produk BSB yang disosialisasikan, mulai dari Kredit Modal Kerja Kontruksi dan KUR Kredit Usaha Rakyat.

Pimpinam BSB Cabang Kayuagung, Tabroni saat dikonfirmasi menjelaskan, kegiatan ini dikemas dalam gathering Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung bersama pelaku usaha jasa kontrukasi di Kabupaten OKI.

"Pada kesempatan kali ini kita mengajak pelaku kontruksi sebagai pintu masuk ke usaha-usaha lain. Termasuk usaha mikro."

"Kita juga ada kredit cash collateral atau anggunan pinjaman menggunakan deposito. Jadi misal ada uang Rp 1 miliar di deposito BSB, bisa dicairkan Rp 900 juta. Untuk bunga juga ringan hanya 7 persen efektif," katanya.

KUR (Kredit Usaha Rakyat) Bank Sumsel Babel, Ini Syarat dan Ketentuan Cara Pengajuan

Bahkan untuk prosea pencairan juga cepat. Tidak lama. Cukup satu hari dana bisa dicairkan. Untuk syarat juga muda.

Tabroni menjelaskan untuk pelaku usaha mikro, bisa menggunakan KUR Kredit Usaha Rakyat.

Bunga cukup rendah hanya 7 persen efektif.

Jangka waktu paling lama lima tahun. Pinjaman bisa sampai Rp 500 juta tergantung jaminan dan jenis usaha dan kemampuan.

Realisasi untuk KUR ini di Kab OKI cukup baik. Sampai 2019 realisasinya sudah mencapai Rp 7 miliar.

Target realisasi tahun 2019 ini sebesar Rp 19 miliar.

"Kita optimis bisa tercapai target realisasi. Untuk wilayah OKI ini cukup bagus, buktinya tidak ada kredit macet atau 0 persen untuk kredit macet," katanya.

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved