Pemilu 2019

Terjadi Ketegangan di Pleno KPU Palembang, Saksi Partai Golkar Pertanyakan Perubahan Jumlah Suara

Sempat terjadi ketegangan antara saksi partai Golkar, PPK Kecamatan Plaju dan KPU kota Palembang di rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara

Terjadi Ketegangan di Pleno KPU Palembang, Saksi Partai Golkar Pertanyakan Perubahan Jumlah Suara
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Rapat pleno penghitungan surat suara ditingkat kota masih terus berlangsung di kantor KPU kota Palembang, Rabu (1/5/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Sempat terjadi ketegangan antara saksi partai Golkar, PPK Kecamatan Plaju dan KPU kota Palembang di rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019, Rabu (1/5/2019).

Ketegangan bermula saat saksi mempertanyakan jumlah suara yang bermasalah saat pleno KPU kota Palembang.

Saksi mengklaim ada kesalahan penghitungan suara di tingkat PPK Plaju.

Hal ini berujung pada perubahan jumlah suara.

Hasil Penghitungan Suara DPRD Palembang di PPK Plaju, Demokrat Menang, Akbar Alfaro Peringkat 8 

"Ada suara lebih, siapa yang mencoblosnya, hantu? Kan nggak mungkin,"tegas Rubi, saksi partai Golkar.

Rubi mempertanyakan perubahan jumlah suara di PPK Plaju, dari sebelumnya berjumlah 11.575 menjadi 11.773.

Selain itu, di TPS lain ada pula ditemukan suara sah yang harusnya berjumlah 270.

Namun setelah dilakukan penghitungan, jumlahnya meningkat menjadi 279.

"Serta ada juga keberatan-keberatan lain yang terjadi di beberapa wilayah. Kami partai Golkar merasa sangat keberatan dan merasa dirugikan dengan kecurangan ini,"ucap dia.

Jokowi Kalah di Palembang Meski Getol Bangun Infrastruktur, Ini Kata Pengamat Politik

Rubi menyesalkan sikap KPU kota Palembang yang langsung melimpahkan keberatan saksi ke mahkamah konstitusi.

"Harusnya ini bisa selesai di tingkat PPK. Kami juga menuntut tanggung jawab KPU."

"Tapi mereka tidak mau menerima sanggahan. Mereka hanya mau menghitung rekapan dari PPK. Dengan mengabaikan keberatan dari saksi,"ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan melaporkan PPK Plaju, Bawaslu dan KPU kota Palembang ke pihak Dewan kehormatan komisi pemilihan umum (DKKPU).

"Kami tidak akan tinggal diam. Kami ingin keadilan,"tegasnya.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved