Jelang Puasa DPRD Prabumulih Minta Tempat Hiburan Maksiat Ditutup

Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih melalui instansi terkait diminta mulai memberikan himbauan kepada seluruh tempat hiburan

Jelang Puasa DPRD Prabumulih Minta Tempat Hiburan Maksiat Ditutup
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Belasan warga ketika diamankan tim gabungan dalam razia pencegahan peredaran narkoba dan miras di kota Prabumulih beberapa waktu lalu. (eds) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Mendekati bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari, Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih melalui instansi terkait diminta mulai memberikan himbauan kepada seluruh tempat hiburan berbau maksiat agar mulai ditutup.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Prabumulih, H Ahmad Palo SE kepada sejumlah wartawan ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (29/4/2019).

"Jelang ramadan tentu kami minta instansi terkait mulai menghimbau, khusus tempat hiburan mengandung maksiat agar harus ditutup selama ramadan," ungkap Palo.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengatakan, jika memang peringatan telah diberikan khusus tempat hiburan maksiat namun masih beroperasi selama ramadan maka harus diberikan tindakan tegas. "Lokalisasi atau tempat hiburan mengandung maksiat harus ditutup dan kalau ada yang melanggar harus dicabut izinnya," tegasnya.

Lebih lanjut suami Hj Rusni Palo ini mengharapkan, untuk tampat hiburan keluarga hendaknya diberikan sedikit kelonggaran dengan membatasi jam operasional lantaran banyak karyawan yang merupakan warga Prabumulih menggantungkan hidup ke pekerjaannya itu.

"Kalau ditutup juga kasian akan membuat banyak pekerja yang menggantungkan hidup ke situ tidak ada penghasilan, tentu batasi saja waktunya," beber pria yang hoby burung berkicau dan tanaman bonsai itu.

Selain itu Palo juga berharap kepada para pedagang khususnya makanan baik rumah makan maupun restoran agar menghormati kaum muslimin yang menjalankan ibadah puasa dengan memasang tabir atau penutup saat membuka usaha di siang hari.

"Restoran dan rumah makan hendaknya juga harus pakai tutup, saling menghormati serta menjaga ketertiban umum selama bulan suci Ramadan," harapnya.

Terpisah, Kasat Pol PP Pemkot Prabumulih, Hartono ketika dikonfirmasi mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya memang akan menyebar himbauan ke seluruh tempat hiburan dan rumah makan serta cafe maupun tempat lokalisasi.

"Surat himbauan dalam waktu dekat akan kami sampaikan dan kami juga akan menurunkan tim melakukan razia tempat hiburan malam yang masih beroperasi setelah kami beri himbauan," tegasnya. (eds)

Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved