73 Peserta Meriahkan Women Competition Bowling Fun Games 2019, Thia Yufada: Peserta Harus Fun

73 peserta turut memeriahkan Women Competition Bowling Fun Games 2019 yang digelar oleh Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi)

Penulis: Weni Wahyuny | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM/WENI WAHYUNY
Foto bersama peserta usai pembukaan Women Competition Bowling Fun Games 2019 di JSC Bowling Center 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - 73 peserta turut memeriahkan Women Competition Bowling Fun Games 2019 yang digelar oleh Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Sumatera Selatan di JSC Bowling Center Palembang, Minggu (21/4/2019).

Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Umum Perwosi Sumsel, Thia Yufada dan dihadiri oleh Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan Dhennie Zainal, Wakil Ketua Persatuan Boling Indonesia (PBI) Sumsel Aswin, Ketua Bhayangkari Sumsel Milawati Zulkarnain dan undangan lainnya. 

Mengenakan seragam dari panitia, peserta yang didominasi para ibu ini berbaris rapi saat pembukaan.

Pada pembukaan tersebut pula ditampilkan traditional modern dance dari Srijayanasa Dance asuhan Surtia Ningsih. 

Pembukaan kompetisi ditandai dengan menggelindingkan bola boling di line yang dilakukan oleh para tamu undangan. 

Ketua Umum Perwosi Sumsel, Thia Yufada menyampaikan selamat bertanding kepada para peserta yang hadir.

Memang saat ini kompetisi hanya diikuti oleh para perempuan, namun lain kali Thia mengatakan juga akan menggelar event yang juga melibatkan laki-laki.

“Judulnya saja Fun Games, jadi biasanya memang ibu-ibu nggak mau kalau nggak fun. Walaupun olahraga prestasi harus fun dengan keceriaan dengan kesenangan. Jadi untuk bapak-bapak kali ini antar ibu-ibunya dulu,” kata Thia.

Dasar Perwosi Sumsel menggelar even ini, selain dari HUT Perwosi Sumsel dan dalam rangka Peringatan Hari Kartini, sambung Thia karena Sumsel memiliki venue boling yang megah, bahkan salah satu terbaik di dunia.

 “Saya sempat diprotes karena beberapa waktu lalu di pemberitaan bahwa saya bilang ini terbaik di Asia Tenggara, rupanya salah. Ini salah satu terbaik di dunia setelah Dubai dan Azerbaijan. Apa yang terbaik? Sistem dan lain sebagainya,” jelas Thia. 

Dengan adanya venue ini, Thia berharap masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik sehingga dapat melahirkan atlet-atlet dunia seperti Elsa Maris, salah satu atlet kebanggaan Sumsel yang selalu menorehkan prestasi, salah satunya di Asian Paragames 2018 lalu. 

“Mudah-mudahan akan ada atlet penerus seperti Elsa Maris dan atlet boling lainnya yang ada di Sumsel,” ujarnya.

Thia melanjutkan banyak negara tetangga yang lebih kaya dari Indonesia yang tentu akan berlomba-lomba membangun venue megah ini, sementara Sumsel sudah lebih dulu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved