Pilres 2019

Wali Kota Prabumulih Imbau Pendukung Capres dan Cawapres Jangan Saling Menjelekkan

Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengimbau seluruh pendukung calon presiden dan wakil presiden agar tetap menjaga ketertiban serta keamanan

Wali Kota Prabumulih Imbau Pendukung Capres dan Cawapres Jangan Saling Menjelekkan
Tribun Sumsel/ Edison
Walikota Prabumulih Ridho Yahya 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengimbau seluruh pendukung calon presiden dan wakil presiden agar tetap menjaga ketertiban serta keamanan dan saling menghormati.

"Kami berharap kepada pendukung kedua belah pihak agar tidak euforia bahkan saling menjelekkan, saat ini hasil belum ada baru ada quick count, jadi saling menghormati dan jangan saling menjelekkan," ungkap Walikota Prabumulih, Kamis (18/4/2019).

Ridho mengimbau seluruh masyarakat khususnya tim pendukung kedua calon presiden dan wakil agar menunggu hasil perhitungan resmi dari lembaga penyelenggara dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kita lihat sekarang di media sosial saling klaim, dan jangan sampai juga saling menjelekkan, kalah menang itu hal yang biasa dalam politik namun hendaknya tetap menjunjung sportivitas,"

"Kita ikuti hasil sebenarnya dan panwas juga akan menindak hal-hal tidak benar maupun penyimpangan jika ada," katanya.

Cerita Saksi Pemilu Dibayar Rp 300 Ribu Untuk Kawal Suara, Dari Pagi Hingga Tengah Malam

Prediksi Semifinal Liga Champions Ajax vs Tottenham Hotspurs : Penuh Reuni di Kedua Tim

Lebih lanjut suami Suryanti Ngesti Rahayu ini menjelaskan, sikap saling menjelekkan dan tidak menghormati antara pendukung calon merupakan sikap yang mencederai demokrasi.

"Itu yang sangat kita sesalkan, mestinya kita belajar apa adanya (belajar demokrasi yang baik) jangan saling serang. Apalagi kami dengar ada yang mau berkelahi hanya gara-gara saling pertahankan pilihan dan saling jelekkan," bebernya.

Disinggung mengenai hasil real count yang dilakukan desk pemerintah kota Prabumulih, Ridho belum mau berkata banyak.

"Proses real count kita masih berjalan, nanti kita lihat dan memang desk pemerintah juga tidak untuk dipublikasikan," terangnya.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved