Pemilu 2019

Penjelasan KPU Bagaimana Suara Caleg Meninggal Dunia, di Sumsel Ada 6 Caleg

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Ada enam calon legislatif (caleg) Pemilu 2019 di daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan (Sumsel), dilaporkan meninggal

Penjelasan KPU Bagaimana Suara Caleg Meninggal Dunia, di Sumsel Ada 6 Caleg
Tribun Sumsel/ Linda Trisnawati
Ketua KPU Sumatera Selatan Kelly Mariana 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Ada enam calon legislatif (caleg) Pemilu 2019 di daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan (Sumsel), dilaporkan meninggal dunia sebelum Pemilu digelar.

Enam caleg itu tersebar di tingkat DPRD Kabupaten/ kota, hingga calon DPR RI dapil Sumsel.

Namun, namanya tetap berada di surat suara pada Pemilu 17 April 2019.

Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana mengatakan, suara masyarakat yang tetap menjatuhkan pilihan pada caleg bersangkutan dinyatakan tetap sah.

Persiapan Pemilu di Banyuasin Sumatera Selatan Sudah Mencapai 95 Persen

Bupati Minta Camat di Muaraenim Selama Pemilu tidak Meninggalkan Wilayah Kerjanya

"Caleg yang telah meninggal dunia, sedangkan surat suara terlanjur dicetak. Nanti kalau dipilih suaranya tetap dihitung dan sah," kata Kelly didampingi komisioner KPU Sumsel Divisi Hukum, Hepriyadi, Rabu (10/4/2019).

Menurutnya, jarak Pemilu yang sudah semakin dekat bisa saja membuat masyarakat, tidak mengetahui perkembangan terbaru para caleg.

Menyikapi kondisi demikian, pihaknya bakal mengirimkan surat edaran ke KPU Kabupaten/ kota dan diteruskan ke TPS.

Surat itu untuk memberitahukan adanya caleg meninggal dunia namun terlanjur terdaftar di surat suara.

Jumlah Suara dan Cara Penghitungan Kursi DPR RI, DPRD Provisi dan DPRD Kabupaten/Kota Pemilu 2019

Investigasi: Ketua RT Dapat Orderan Sampai 10 Caleg, Bagi-bagi Rp 100 Ribu Jelang Pemilu

"Nanti akan diumumkan di TPS oleh KPU, jika yang bersangkutan telah meninggal dunia. Jika tetap dipilih, tidak masalah," bebernya.

Ditambahkan Hepriyadi, untuk di Sumsel sendiri terdapat 6 caleg yang telah meninggal dunia.

  1. Caleg DPR RI Dapil Sumsel 1 dari PDI Perjuangan atas nama Nazaruddin Kiemas.
  2. Armaidi Pali Caleg Kabupaten Empatlwang dari PKB
  3. Hairulsyah Caleg Kota Pagar Alam dari PKPI.
  4. Lexi Yunicko Caleg Lubuklinggau dari Partai Golkar,
  5. Athurman Caleg Kabupaten Muara Enim dari Demokrat,
  6. Indra Gunawan Caleg di Muara Enim dari Nasdem.

Menurut Kelly, suara yang masuk hasil pencoblosan terhadap caleg yang meninggal dunia, akan diakumulasikan menjadi suara partai di daerah pemilihan tersebut.

"Jadi suara masuk ke partai. Jikapun suaranya terbesar di partai itu, nanti suara terbesar kedua yang berhak," ungkapnya.

Sedangkan untuk caleg di Lubuklinggau, yang tersandung hukum karena diduga jadi otak perampokan, diakuinya suara tetap sah, karena belum ada keputusan hukum berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

"Kami belum dapat surat resmi dari partainya dan Bawaslu. Tapi dalam aturan, orang yang tidak memenuhi syarat sebagai caleg itu jika meninggal dunia, ada kekuatan hukum yang tetap atau diberhentikan parpol sebagai kader. Jadi salah satu dari tiga poin itu tidak terpenuhi, maka suara tetap sah," jelasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved