Hanya Ada Dua Dokter Spesialis Jantung Anak di Sumsel, Ada 400 Anak Derita Kelainan Jantung

Jumlah kasus anak yang memiliki peyakit kelainan jantung baik itu dari lahir atau celah di bilik jantung ada sekitar 400 anak di daerah Sumatera Sela

Hanya Ada Dua Dokter Spesialis Jantung Anak di Sumsel, Ada 400 Anak Derita Kelainan Jantung
TIARA/TRIBUNSUMSEL.COM
Ketua pelaksana dr. Ria Nova SpA(K) yang juga dokter di RSMH Palembang (Kanan) saat gelar Konfrensi Pers. Palembang (08/4/19). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Jumlah kasus anak yang memiliki peyakit kelainan jantung baik itu dari lahir atau celah di bilik jantung ada sekitar 400 anak di daerah Sumatera Selatan dengan hanya 2 dokter spesialis jantung anak.

Untuk itu Ketua IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia Sumatera Selatan dan anak organisasinya yaitu Unit Kerja Koordinasi (UKK) yang terdiri dari dokter spesialis anak adakan seminar dan pelatihan dengan tema Pediatric Cardiology Update yang ke 7 Tahun.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk lebih memperdalam keilmuannya dan membagikan kompetensinya kepada spesialis konsultannya ataupun spesialis anak pada umumnya yang diselenggaran di novotel Palembang Jln R Sukamto (5-8/ 04/19).

"Ilmu kedokteran itu terus untuk itu kita bagikan informasi karena penyakit kelainan jantung anak ini sudah semakin banyak, dulu itu sekitar 08.19 persen di antara 100 kelahiran, 0.8 hingga 1 persen sekarang," ungkap ketua pelaksanaa dr. Ria, Nova SpA(K) yang juga dokter di RSMH Palembang.

"Kita update mulai dari tata pelaksanaan saat mengobati menutup lubang jantung tanpa pembedahan, dan melakukan screaning jantung pada setiap bayi yang baru lahir, dengan ' Alat Analisa echocardiografi," jelasnya.

Masih kata Ria sistem deteksi kini lebih baik, mengethui lebih awal kelainan jantung jangan sampai terlambat bahkan sejak di dalam kandungan kelainan jantugn sudah bisa terlihat.

"Saat ini di Indonesia hanya ada 54 dokter spesialis jantung, dan hanya dua di Palembang tentu ini sangat menghkhawarirkan kalau harus bergantun pada dokter spesialis, untuk itu kita sharing smama mahasiswa, dokter umu anak untuk melakukan pelatihan ini," ujarnya.

"Sehingga pelayanan lebih baik, dan kita bisa menyelamatkan anak-anak yang memiliki penyakit kelaina jantung baik itu bawaan lahir atau baru dirasakan," tambhanya.

Lanjut Ria program terbaru yang akan di terapkan yaitu mengirmkan dokter-dokter spesialis jantung ke desa-desa, dengan syarat desa itu juga sudah mendukung baik itu peralatan seperti 'Analisis alat
echocardiografi.

"Saling mendukung untuk mewujudkan anak-anak sehat, walaupun sekarang program kesehatan mudah didapat namu untuk ke kota rujukan dan sebagai nya tentu memakan waktu dan biaya perjalanan," jelasny.

Selain otu Ria juga mengingatkan anak yang memiliki penyakit kelainan jantung harus di imusnisasi jangan takut bahwan haru rutin vaksin, jangan justru sebaliknya.

Penulis: Tiara Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved