Breaking News:

Pemilik Toko Emas Dirampok di Palembang

Update Perampokan Pemilik Toko Emas Palembang, Ridwan Curiga CRV di Depannya Tak Mau Tabrak Pelaku

Ridwan (55), sopir becak motor yang ditumpangi korban Akiong, tak tinggal diam ketika melihat penumpangnya dirampok. Berikut kecurigaannya

SRIPOKU.COM
Ridwan, sopir bentor yang ikut melawan perampok. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ridwan (55), sopir becak motor yang ditumpangi korban Akiong, tak tinggal diam ketika melihat penumpangnya dirampok saat melintas di Jalan Dempo Luar Kecamatan IT 1 Palembang. Ia berupaya menolong Djulijono dan istrinya Kevy, ketika perampok beraksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kawanan perampok berani beraksi di tengah keramaian Jalan Dempo Luar Kecamatan IT 1 Palembang, Rabu (3/4) sekira pukul 09.30. Korban pemilik toko emas Sinar Mas, pasangan suami istri Djulijono alias Akiong (71) dan Kevy (65), yang membawa logam mulia dan perhiasan emas senilai Rp 1,6 miliar naik becak motor (bentor).

Kawanan rampok empat orang naik dua sepeda motor. Mereka beraksi menggunakan senjata tajam yang melukai tangan kedua korban.

Video : Kronologi Perampokan 10 Keping Emas & 1,7 Kg Perhiasan di Palembang

Saksi Perampokan Bos Toko Emas di Palembang : Pelaku Bawa Pisau Panjang Bacok Korban

"Saat pelaku menarik tas korban, ada mobil CRV yang menghalangi. Ketika itu, aku berupaya untuk menarik gas tetapi terhalang mobil itu. Sampai putus tali gas, karena tidak bisa lewat," ujar Ridwan saat ditemui di Polsek IT 1 Palembang.

Mobil CRV warna hitam, juga mengklakson secara terus menerus saat terjadinya perampokan. Setelah itu, tak lama berselang mobil tersebut pergi meninggalkan lokasi.

Ridwan juga sempat meminta mobil tersebut untuk menabrak pelaku. Akan tetapi, mobil tersebut sama sekali tidak bergerak. Selain tidak bergerak, orang yang ada di dalam mobil terus membunyikan klakson.

"Setelah itu, mobil yang menghalangi langsung pergi," katanya.

Menurutnya, ia memang mangkal di sekitar situ. Kedua korban minta antar menuju toko di Sayangan. Saat di simpang tiga, sempat berhenti karena macet. Tiba-tiba datang dua pelaku yang langsung merebut tas korban.
Melihat dua pelaku yang berupaya merebut tas milik Djulijono, membuat Ridwan mengambil balok kayu.

Bukan tidak takut, Ridwan sempat ragu saat akan membantu. Namun, karena bertanggung jawab atas penumpangnya, Ridwan akhirnya memilih turun tangan menggunakan balok kayu yang ada di bentor.

"Saya juga takut, tapi karena tidak enak, itu resiko kita. Akhirnya saya ambil kayu balok ukuran semeter. Saya sempat pukulkan kayu tersebut ke salah satu pelaku ke bagian kepalanya."

"Dua pelaku pertama juga sempat mengejar saya mau nujah (menusuk) dengan pisau yang mereka tebaskan ke korban, cuma saya menghindar dulu. Saat itu ada pelaku yang ngancam akan menembak, sehingga saya sempat mundur," jelasnya.

"Satu pelaku sempat mengancam. Aku tembak kau, makanya aku mundur karena aku takut kena tembak," ceritanya.

Akan tetapi, Ridwan tidak melihat pistol pelaku. Kemungkinan, pelaku menggertaknya saat ia memukul salah seorang pelaku menggunakan balok kayu.

Karena kewalahan dua pelaku yang tengah mengambil tas, dibantu oleh dua pelaku lain dengan menabrakan motornya ke arah Badan Ridwan dari belakang. Tabrakan secara mendadak tersebut membuat Ridwan terkapar.
"Aku melanting (terpental) dua meter. Saat itu aku tidak sadar, saat dibantu warga, aku bangun lihat koko sama istri sudah terkapar di jalan bedarah," ujarnya. (ard)

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved